Menteri Budaya Fadli Zon menekankan pentingnya revitalisasi museum di Indonesia agar lebih menarik bagi masyarakat luas. Ia mendorong penggunaan teknologi mutakhir untuk menciptakan pengalaman kunjungan yang lebih imersif dan tidak membosankan. Hal ini disampaikan Fadli Zon di Jakarta pada Minggu (13/10) lalu, dalam upaya meningkatkan daya tarik budaya nasional.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital seperti pameran imersif dan video mapping dapat menjadi kunci untuk menarik minat pengunjung, terutama generasi muda. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan museum sebagai destinasi edukasi dan rekreasi yang relevan di era modern. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap museum sebagai bagian esensial dari kebudayaan, sekaligus menjaga warisan sejarah melalui revitalisasi museum yang berkelanjutan.
Dorongan ini sejalan dengan komitmen Kementerian Budaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan museum di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Wakil Menteri Budaya Giring Ganesha juga menyoroti perlunya perbaikan standar manajemen museum yang masih di bawah standar. Komitmen ini didukung oleh alokasi dana khusus untuk tahun 2025 dan 2026, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya revitalisasi museum ini.
Advertisement
Advertisement
Pemanfaatan Teknologi untuk Daya Tarik Museum
Menteri Budaya Fadli Zon secara tegas menyatakan bahwa museum harus memiliki presentasi yang menarik dan aktivitas yang memanfaatkan teknologi terkini. "Museum harus menarik, mungkin dengan sentuhan teknologi, pameran imersif, video mapping," ujarnya di Jakarta. Pemanfaatan teknologi ini dianggap esensial untuk menarik pengunjung dan menjauhkan mereka dari rasa bosan, sehingga upaya revitalisasi museum dapat bersaing di tengah gempuran hiburan digital.
Adaptasi terhadap kemajuan teknologi menjadi kunci utama bagi museum untuk tetap relevan dan menarik bagi audiens modern. Salah satu caranya adalah dengan menampilkan narasi yang memikat dalam koleksi mereka, didukung oleh inovasi digital yang interaktif. Harapannya, museum dapat tumbuh, berkembang, dan responsif terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah, seiring dengan program revitalisasi museum yang dicanangkan.
Selain teknologi, Fadli Zon juga menyarankan agar museum dapat menggabungkan fitur-fitur lokal untuk meningkatkan daya tarik yang unik. Integrasi elemen budaya lokal ini akan memberikan keunikan tersendiri bagi setiap museum, mencerminkan kekayaan warisan daerah. Ini akan memperkaya pengalaman pengunjung dan memperkuat identitas budaya bangsa, sebagai bagian integral dari revitalisasi museum yang komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Kondisi dan Dukungan Pemerintah untuk Museum
Saat ini, Indonesia memiliki total 481 museum yang dikelola oleh berbagai pihak, menunjukkan keragaman kepemilikan dan manajemen. Dari jumlah tersebut, 196 museum dikelola oleh pemerintah daerah, sementara 118 museum berada di bawah pengelolaan pemerintah pusat. Sisanya, 166 museum dikelola oleh pihak swasta dan 1 museum oleh komunitas hukum adat, mencerminkan partisipasi berbagai sektor dalam ekosistem museum di Indonesia.
Dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober, Kementerian Budaya mengadakan berbagai acara. Salah satunya adalah diskusi dan deklarasi Hari Museum Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran penting museum. Peringatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan publik terhadap museum sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan dan sejarah bangsa, mendukung upaya revitalisasi museum secara nasional.
Wakil Menteri Budaya Giring Ganesha sebelumnya telah menyoroti perlunya peningkatan kualitas layanan dan manajemen museum yang signifikan. "Saya melihat sendiri bahwa pengelolaan museum masih di bawah standar," kata Giring dalam pertemuan dengan Komisi X DPR pada 27 Agustus 2025. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi upaya revitalisasi museum yang mendesak.
Advertisement
Komitmen ini diwujudkan melalui alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang signifikan. DAK Non-Fisik tahun 2026 direncanakan sebesar Rp150 miliar, setara sekitar 9 juta dolar AS, menunjukkan investasi besar pemerintah. Dana ini akan dialokasikan untuk 111 museum dan 29 pusat kebudayaan di berbagai wilayah, dengan harapan dapat mempercepat proses revitalisasi museum dan peningkatkan standar pengelolaan secara merata di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews