Kisah Transformasi Progresif SPPG Demulih, Dari Dapur Gizi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
SPPG Demulih kini dipandang sebagai model integrasi gizi dan ekonomi yang paling progresif di Bangli.
Di Desa Demulih, Bangli, sebuah dapur bekerja melampaui fungsi utamanya. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Demulih tidak hanya memastikan kebutuhan gizi peserta didik terpenuhi setiap hari, tetapi juga tumbuh sebagai penggerak ekonomi desa.
Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan tenaga profesional bersertifikat dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal, SPPG Demulih kini dipandang sebagai model integrasi gizi dan ekonomi yang paling progresif di Bangli. Tidak hanya memastikan kebutuhan gizi peserta didik terpenuhi setiap hari, tetapi juga tumbuh sebagai penggerak ekonomi desa. Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan tenaga profesional bersertifikat dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal, SPPG Demulih kini dipandang sebagai model integrasi gizi dan ekonomi yang paling progresif di Bangli.
Transformasi ini ditopang oleh profesionalisasi sumber daya manusia. SPPG Demulih melibatkan ahli gizi serta chef yang tengah menyelesaikan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memastikan setiap menu memenuhi prinsip gizi seimbang dan aman dikonsumsi. Pendekatan berbasis keahlian ini tidak hanya menjaga mutu layanan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi menu yang mampu menopang kebutuhan energi dan aktivitas belajar anak sekolah.
Dampak SPPG Demulih terasa hingga ke sektor ekonomi lokal. Pasokan bahan pangan mulai dari sayur, daging, telur, hingga bahan olahan diprioritaskan dari UMKM dan petani desa sekitar. Skema harga yang adil menciptakan perputaran ekonomi yang nyata, menjadikan dapur layanan gizi sebagai simpul baru aktivitas ekonomi desa.
"Model seperti ini mengubah dapur layanan gizi menjadi simpul ekonomi desa. Manfaatnya tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi para pelaku usaha kecil," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, di Bali, Sabtu (13/12).
Produksi roti mandiri
Inovasi lain yang tak kalah penting adalah produksi roti mandiri yang dilakukan setiap hari dengan standar industri. Seluruh proses dari pengadonan hingga pemanggangan dikelola oleh tenaga terlatih menggunakan peralatan yang memenuhi syarat higienis. Produksi roti mandiri ini menjamin kualitas dan kesegaran produk, sekaligus menekan biaya operasional program secara berkelanjutan.
Integrasi layanan gizi dan pemberdayaan ekonomi
Integrasi antara layanan gizi dan pemberdayaan ekonomi tersebut memberi dampak langsung pada ketahanan kesehatan peserta didik. Menu yang bervariasi dan kaya zat gizi membantu meningkatkan stamina, konsentrasi, serta performa belajar anak di sekolah.
"Saat gizi, ekonomi, dan komunitas lokal bergerak bersama, dampaknya jauh lebih kuat. SPPG Demulih adalah bukti nyata sinergi tersebut," tutup Khairul Hidayati.