Program Makan Bergizi Gratis: Dorong Ekonomi Lokal dan Pemberdayaan UMKM di Deli Serdang
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya tingkatkan gizi, tetapi juga jadi motor penggerak ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, koperasi, dan BUMDes. Bagaimana skema ini bekerja dan apa dampaknya bagi masyarakat?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan utama karena dampaknya yang meluas, tidak hanya pada peningkatan status gizi masyarakat tetapi juga pada sektor ekonomi lokal. Inisiatif strategis ini dirancang untuk menciptakan efek simultan melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), koperasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Deli Serdang, telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan program ini. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan MBG tidak hanya mencapai tujuan gizi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi di tingkat daerah.
Melalui skema yang terintegrasi, hasil pertanian dan budidaya perikanan masyarakat diharapkan dapat terhubung langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar hingga tingkat desa. Hal ini bertujuan untuk memangkas rantai distribusi, menjadikannya lebih efisien, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Dampak Ekonomi Nyata Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui pemberdayaan pelaku UMKM, koperasi, dan BUMDes. Hanip Fahri, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Deli Serdang, menjelaskan bahwa hasil pertanian dan budidaya perikanan masyarakat dapat terhubung langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk hingga tingkat desa. Ini akan membuat rantai distribusi menjadi lebih efisien dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar program ini tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi daerah. Untuk itu, para petani, pelaku UMKM, serta pengurus koperasi dan BUMDes diharapkan terus menjaga kualitas produksi, kebersihan, serta standar keamanan pangan. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjadi mitra terbaik dalam mendukung program strategis nasional ini.
Tengku Syahdana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan bahwa Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Setiap SPPG mampu membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan tenaga kerja serta membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap harinya, seperti telur, susu, sayuran, daging, dan buah-buahan.
Peran Strategis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Ekosistem Lokal
Kabupaten Deli Serdang saat ini telah memiliki lebih dari 152 SPPG, dengan empat di antaranya telah dibangun di Kecamatan Pantai Labu. Kehadiran SPPG ini diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas produk pertanian dan perikanan, sekaligus mendukung perbaikan asupan gizi masyarakat.
SPPG diwajibkan memprioritaskan pembelian bahan pangan dari petani, peternak, UMKM, koperasi, serta pelaku usaha lokal di wilayah masing-masing. Kebijakan ini memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk program MBG akan berputar di ekonomi lokal, memberikan manfaat langsung kepada produsen setempat.
Dengan adanya pembeli tetap atau off taker, perputaran ekonomi di daerah akan semakin meningkat, dan petani maupun pelaku usaha lokal memiliki kepastian pasar. Hal ini tidak hanya menstabilkan pendapatan mereka tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk.
Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas melaksanakan pemenuhan gizi nasional, dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. BGN memimpin solusi terpercaya untuk mengatasi gizi buruk dengan program inovatif demi mewujudkan generasi emas Indonesia.
Sumber: AntaraNews