Kini Mbah Tupon Bisa Tidur Nyenyak
Pengembalian sertifikat tanah milik Mbah Tupon ini dilakukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Kristanti Yuni Purwanti.
Sosok Tupon Hadi Suwarno atau akrab disapa Mbah Tupon sempat viral beberapa waktu yang lalu. Mbah Tupon kala itu menjadi korban mafia tanah sehingga tanahnya hilang karena dibalik nama atas nama orang lain.
Usai melakukan perlawanan panjang hingga setahun, akhirnya pada Kamis (9/4) sertifikat tanah milik Mbah Tupon kembali. Dalam perkembangan kasus mafia tanah dengan korban Mbah Tupon ini, sebanyak tujuh orang yang terlibat telah didakwa bersalah di pengadilan.
Pengembalian sertifikat tanah milik Mbah Tupon ini dilakukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Kristanti Yuni Purwanti.
Mbah Tupon mengatakan dirinya senang sertifikat tanah yang merupakan miliknya telah kembali. Mbah Tupon juga menyampaikan rasa terima kasihnya pada semua pihak yang telah membantunya melawan mafia tanah.
"Matur nuwun sedaya mbantu kula kawit pertama ngantos akhir. Kula mboten saget mbales nopo-nopo, sek mbales seng Kuasa. Kula matur nuwun (Terima kasih kepada semua yang telah membantu mengawal kasus ini dari awal sampai akhir. Saya tidak dapat membalas apa-apa, biar Tuhan yang membalasnya. Saya ucapkan terima kasih)," kata Mbah Tupon dalam Bahasa Jawa Krama.
Korban Mafia Tanah
Dengan kembalinya sertifikat miliknya ini, Mbah Tupon menyebut dirinya sekarang sudah bisa tidur dengan nyenyak. Sejak mengetahui dirinya menjadi korban mafia tanah, Mbah Tupon mengaku tak pernah bisa tidur nyenyak karena terus kepikiran dengan kasus yang dialaminya itu.
"Sudah senang ini (sertifikat) sudah kembali ke tangan saya. Injih saget sakniki (Ya sudah bisa tidur nyenyak sekarang)," ucap Mbah Tupon.
Kata Bupati Abdul Halim
Sementara itu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut agar Mbah Tupon sudah tak lagi perlu memikirkan sertifikat tanahnya yang hilang karena jadi korban mafia tanah.
"Wes ora mikir saiki Mbah. Wes tinggal nyate wae (Sekarang sudah gak usah dipikirkan Mbah. Ditinggal makan sate saja)," kata Halim bercanda kepada Mbah Tupon.