Jusuf Kalla: Mafia Tanah Harus Dilawan Bersama, Saya Juga Korban
JK menegaskan, praktik mafia tanah menyasar siapa saja, oleh karena itu masyarakat Indonesia harus kompak bersama melawan praktik mafia tanah itu.
Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla menyebut bahwa korban dari mafia tanah tidak hanya ada di Makassar, melainkan di banyak tempat di seluruh Indonesia.
"Oh, bukan hanya di Makassar, banyak terjadi di tempat lain. Itu semua kriminal, semuanya dibuat itu dengan cara rekayasa hukum, rekayasa apa, memalsukan dokumen, memalsukan orang," kata Jusuf Kalla di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/11).
JK menegaskan, praktik mafia tanah menyasar siapa saja, oleh karena itu masyarakat Indonesia harus kompak bersama melawan praktik mafia tanah itu.
"Kita harus lawan bersama-sama. Kalau ndak, ini masyarakat banyak jadi korban. Termasuk saya, ingin dikorbankan, tapi kita punya apa itu formal yang tidak bisa dibantah," tegasnya.
Permasalahan Tanah di Makassar
Terkait permasalahan tanahnya di Makassar, JK menyatakan bahwa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid disebut JK telah menegaskan bahwa tanah yang menjadi polemik itu sah miliknya.
"Kan menteri, Menteri Nusron sudah mengatakan itu yang sah milik saya. Mafia ini harus diberantas. Jadi harus dilawan, kalau dibiarin akan begini akibatnya," ungkapnya.
Diketahui, permasalahan tanah tersebut melibatkan ban yak pihak yakni PT Hadji Kalla, PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), serta Mulyono dan Manyombalang Dg Solong.