Kinerja Transjakarta di Era Pramono-Rano: Angka Penumpang Melonjak dan Modernisasi Berlanjut
Kinerja Transjakarta di era Pramono-Rano menunjukkan tren positif dengan lonjakan penumpang dan modernisasi armada. Ini mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas warga Jakarta.
Layanan Transjakarta menunjukkan tren kinerja positif di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Moda transportasi berbasis bus rapid transit (BRT) ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas warga ibu kota. Peningkatan ini terlihat dari berbagai aspek, mulai dari jumlah penumpang hingga modernisasi armada yang berkelanjutan.
Pemerhati Kota Jakarta, Zulfikar Marikar, menilai Transjakarta tidak hanya unggul dari sisi kapasitas angkut, tetapi juga aspek kenyamanan dan integrasi layanan. Keterhubungan antarmoda dengan MRT dan LRT melalui sistem tarif terjangkau menjadi salah satu keunggulan utama. Transformasi ini mendukung visi Jakarta sebagai kota yang progresif dalam transportasi publik.
Modernisasi armada melalui penambahan bus listrik memperkuat layanan menuju transportasi ramah lingkungan. Pembaruan halte dengan sistem informasi digital juga turut meningkatkan kualitas pelayanan. Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai berperan besar dalam mendorong peralihan masyarakat ke angkutan umum.
Peningkatan Jumlah Penumpang Transjakarta yang Signifikan
Data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta menunjukkan lonjakan signifikan jumlah penumpang Transjakarta. Pada Desember 2025, tercatat 37,46 juta orang menggunakan layanan ini. Angka ini menandakan kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap Transjakarta.
Sepanjang tahun 2025, total pengguna Transjakarta mencapai sekitar 413 juta penumpang. Angka ini tumbuh 11 persen secara tahunan dibandingkan tahun 2024, yang mencatat 372 juta penumpang. Rata-rata pengguna harian bahkan menembus lebih dari satu juta orang.
Tren peningkatan ini berlanjut pada awal tahun 2026, dengan jumlah pelanggan pada Januari mencapai 35,36 juta orang. Angka ini juga menunjukkan kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 32,1 juta penumpang. Kinerja Transjakarta yang konsisten positif ini menjadi indikator keberhasilan program pemerintah daerah.
Inovasi dan Integrasi Layanan Transjakarta
Zulfikar Marikar menyoroti keunggulan Transjakarta dalam hal kenyamanan dan keterhubungan antarmoda. Layanannya terintegrasi langsung dengan MRT dan LRT melalui sistem tarif yang terjangkau. Ini menjadikan Transjakarta pilihan utama bagi warga Jakarta yang membutuhkan mobilitas efisien.
Modernisasi armada melalui penambahan bus listrik dinilai memperkuat transformasi layanan menuju transportasi ramah lingkungan. Transjakarta menargetkan 100 persen armadanya berbasis listrik atau 10.000 unit pada tahun 2029. Saat ini, Transjakarta sudah memiliki sebanyak 300 unit bus listrik.
Penggunaan bus listrik menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota yang progresif dalam penggunaan transportasi hijau berbasis energi bersih. Selain itu, pembaruan halte yang lebih nyaman ditopang sistem informasi digital turut meningkatkan kualitas pelayanan. Keunggulan ini menempatkan Transjakarta sebagai transportasi publik premium dengan tarif terjangkau.
Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Mendukung Transportasi Umum
Peningkatan jumlah pengguna Transjakarta tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan ini secara aktif mendorong peralihan masyarakat ke transportasi umum. Langkah-langkah strategis telah diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Salah satu inisiatif adalah program "Rabu Wajib Transportasi Umum" bagi aparatur sipil negara (ASN). Program ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan membiasakan ASN menggunakan angkutan umum. Dampaknya terlihat dari peningkatan jumlah penumpang Transjakarta.
Selain itu, kebijakan subsidi transportasi melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2025 juga berkontribusi signifikan. Aturan ini memberikan fasilitas transportasi gratis kepada 15 kelompok masyarakat rentan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses transportasi yang adil.
Secara keseluruhan, progres Transjakarta di era Pramono-Rano menunjukkan arah transformasi yang semakin sistemik. Zulfikar Marikar berharap Transjakarta dapat terus meningkatkan performa layanan dan memperluas jangkauan. Hal ini penting guna menjawab kebutuhan mobilitas warga Jakarta yang semakin tinggi di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews