Tepat Setahun Pramono-Rano Jaga Jakarta, Sinergi dengan Daerah Penyangga jadi Catatan
Trubus menyoroti kebijakan Pramono dalam memperluas konektivitas transportasi publik hingga ke daerah penyangga.
Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno genap satu tahun memimpin DKI Jakarta pada Jumat (20/2) ini, sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansah, memberikan catatan positif terhadap sejumlah capaian pemerintahan Pramono-Rano di ibu kota. Dia menilai, Pramono-Rano memimpin Jakarta dengan pendekatan kebijakan yang cukup bertahap dan solutif.
Trubus menyoroti kebijakan Pramono dalam memperluas konektivitas transportasi publik hingga ke daerah penyangga. Kendati menyebut langkah ini akan semakin menambah beban subsidi dari anggaran dan pendapatan Belanda daerah (APBD), menurutnya kebijakan ini tepat dilakukan untuk mengurai kemacetan Jakarta.
"Misalnya mengenai konektivitas transportasi. Ini kan sekarang tidak hanya di Jakarta tapi sudah menyangkut wilayah luar Jakarta," kata Trubus dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/2).
Menurut Guru Besar Universitas Trisakti tersebut, Pramono perlu berkomunikasi dengan daerah penyangga yang dilintasi oleh Transjabodetabek agar turut berkontribusi mendukung operasional layanan. Dengan demikian, kebijakan tersebut diharapkan tidak akan membebani APBD DKI Jakarta.
"Jadi anggarannya tidak berasal dari APBD DKI semua. Jadi mereka juga berkontribusi lah. Itu yang penting," kata dia.
Lebih lanjut, Trubus juga menyoroti soal perlunya penguatan Dewan Kawasan Aglomerasi dalam Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Pramono dipandang mampu memposisikan Jakarta sebagai pemimpin dalam koordinasi wilayah Jabodetabek-Cianjur, khususnya dalam menangani isu lintas batas seperti polusi udara dan kemacetan.
"Itu amanah Undang-Undang Nomor 2 DKJ, itu kan harus ada aglomerasi. Ini Jakarta harus memimpin terhadap wilayah-wilayah yang kategori aglomerasi itu," jelas Trubus
Di bidang pendidikan, Trubus juga mengapresiasi upaya Pemprov DKI yang berkomitmen untuk terus memperkuat penyaluran bantuan sosial (bansos) seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Meski begitu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Rampungkan Proyek
Kemudian, dia juga menyebut langkah Pramono untuk menyelesaikan proyek pembangunan yang belum tuntas di era pemerintahan sebelumnya, seperti pembongkaran tiang monorel mangkrak, pembangunan rumah sakit Sumber Waras, serta pembangunan jembatan untuk mengintegrasikan Jakarta Internasional Stadium (JIS) dengan Ancol sudah tepat.
Banjir Rob
Terakhir, Trubus juga mengingatkan pekerjaan rumah (PR) Pemprov DKI Jakarta yang ada. Dia ingin agar Pramono dan Rano dapat memberikan perhatian lebih pada program penanganan banjir pesisir (Rob) di wilayah pesisir Jakarta.
"Banjir rob kalau itu harusnya diselesaikan. Itu yang penting itu," kata dia.