Satu Tahun Pramono–Rano, DPRD Soroti Penanganan Banjir Hingga Macet Jakarta
Politisi Gerindra itu mengakui persoalan banjir dan kemacetan masih menjadi tantangan besar yang harus terus menjadi perhatian bersama.
DPRD DKI Jakarta bersama Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyoroti penyelesaian persoalan banjir dan kemacetan yang masih menjadi tantangan utama dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani menilai, satu tahun masa pemerintahan Pramono Anung dan Rano Karno belum bisa dinilai secara tergesa-gesa. Menurutnya, proses pemerintahan membutuhkan waktu, terlebih dalam menyelesaikan persoalan besar seperti banjir dan kemacetan.
"Kalau saya pribadi, satu tahun ini masih waktu yang relatif singkat untuk langsung mengevaluasi secara menyeluruh. Proses pemerintahan tentu membutuhkan waktu," kata Rany dalam diskusi publik yang digelar FPPJ di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, dikutip Rabu (11/2).
Politisi Gerindra itu mengakui persoalan banjir dan kemacetan masih menjadi tantangan besar yang harus terus menjadi perhatian bersama. Ia mengatakan, persoalan tersebut tidak mudah diselesaikan oleh siapa pun yang memimpin Jakarta.
"Permasalahan banjir dan macet itu bukan hal yang mudah. Mau siapa pun gubernurnya, tidak gampang melawan alam. Ini harus menjadi concern kita bersama, apalagi Jakarta juga harus berkolaborasi dengan kota-kota di sekitarnya," jelasnya.
Meski begitu, Rany mengapresiasi sejumlah program yang telah dijalankan Pemprov DKI Jakarta serta respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia berharap ke depan kinerja Pramono-Rano di Jakarta semakin terlihat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Jaga Hubungan DPRD dengan Pemprov DKI
Senada, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyatakan, satu tahun pemerintahan memang belum cukup untuk menyelesaikan berbagai persoalan besar di Jakarta, termasuk kemacetan dan banjir. Ia menyebut masih terdapat sejumlah masalah lain yang harus dibenahi Pramono-Rano.
"Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berada di atas rata-rata nasional menunjukkan adanya keselarasan, kesetaraan, dan kekompakan dalam menjalankan pemerintahan," ucap Baco.
Namun, Politisi Golkar itu juga mengapresiasi hubungan kerja antara DPRD, Pemprov DKI Jakarta, dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dinilai berjalan baik di bawah kepemimpinan Pramono-Rano.
"Ini yang harus dijaga. Tentu ada evaluasi yang perlu segera diambil, tapi fondasi kerjanya sudah cukup baik," kata dia.
Tak Hanya Dilihat dari Pembangunan Fisik
Sementara itu, Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansyah menyebut bahwa evaluasi satu tahun kepemimpinan Pramono-Rano tidak boleh hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari aspek koordinasi dan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam penanganan banjir.
"Banjir bukan persoalan musiman semata. Ia adalah ujian nyata atas sistem penanganan bencana dan kecepatan respons pemerintah daerah. Karena itu, banjir tidak bisa dipandang sebelah mata," ujar Endriansyah.
Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarperangkat daerah, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana, serta komunikasi publik yang terintegrasi.
"Forum diskusi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana pemuda bisa menjadi bagian dari solusi," jelasnya.
Endriansyah menyampaikan bahwa pemuda Jakarta sejatinya juga ingin dilibatkan sebagai mitra kritis dalam pembangunan kota. "Ini kontribusi nyata untuk menyempurnakan perjalanan kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno ke depan, agar semangat Jakarta Menyala benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari warga," kata dia.