Transjakarta Dongkrak Ekonomi Jakarta Rp73,8 Triliun, Gubernur Pramono Anung Beri Apresiasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kinerja Transjakarta yang berhasil dongkrak ekonomi Jakarta hingga Rp73,8 triliun, menegaskan perannya vital dalam transportasi dan pertumbuhan kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian ibu kota. Apresiasi ini disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Transjakarta, menandai peran penting layanan transportasi publik tersebut.
Menurut Pramono, Transjakarta berhasil mendongkrak ekonomi Kota Jakarta dengan nilai fantastis mencapai Rp73,8 triliun, sebuah angka yang menunjukkan dampak ekonomi luar biasa. Pencapaian ini menjadi bukti konkret efektivitas investasi pada sektor transportasi publik.
Acara peringatan HUT ke-12 Transjakarta berlangsung di Halte Transjakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/3), di mana Gubernur Pramono menyoroti keberhasilan Transjakarta melayani sekitar 1,4 juta penumpang setiap harinya.
Transjakarta: Motor Penggerak Ekonomi Jakarta
Pramono Anung menegaskan bahwa capaian Transjakarta tidak hanya terbatas pada jumlah penumpang, tetapi juga pada kontribusi ekonomi yang substansial bagi Jakarta. Dengan nilai Rp73,8 triliun, Transjakarta telah menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian kota. Investasi pada sektor transportasi ini terbukti memberikan dampak berganda.
Setiap Rp1 triliun investasi yang ditanamkan pada Transjakarta mampu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun, menunjukkan efisiensi dan multiplier effect yang besar. Hal ini menjadikan Transjakarta sebagai investasi strategis yang menguntungkan bagi pembangunan Jakarta.
Keberhasilan Transjakarta juga tercermin dalam pengakuan internasional. Berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan bahkan menjadi posisi kedua di Asia setelah Singapura, sebuah prestasi membanggakan yang tak lepas dari peran Transjakarta.
Gubernur Pramono menekankan pentingnya menjaga momentum positif ini, karena semakin besar Transjakarta, semakin tinggi pula harapan publik terhadap kualitas layanan dan kontribusinya.
Peningkatan Kualitas Layanan dan Disiplin Operasional
Seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat dan harapan publik yang tinggi, Gubernur Pramono Anung juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas layanan Transjakarta. Peningkatan disiplin operasional dan keselamatan layanan menjadi prioritas utama yang harus terus didukung.
Pramono menyatakan dukungan penuh terhadap penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan standar layanan dan keamanan tetap terjaga demi kenyamanan penumpang.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono telah meminta Direktur Utama Transjakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran yang terjadi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan Transjakarta beroperasi secara profesional dan bertanggung jawab.
Dukungan APBD dan Manfaat Bagi Masyarakat
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan layanan transportasi publik, yang diwujudkan melalui alokasi Public Service Obligation (PSO). PSO yang dialokasikan mencapai Rp4,8 triliun, atau sekitar 5,99 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Khoirudin menjelaskan bahwa setiap Rp1 triliun PSO yang diberikan juga memberikan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. Ini merupakan bentuk nyata imbal balik pemerintah kepada masyarakat atas kontribusi pajak yang telah dibayarkan, dikembalikan dalam bentuk layanan transportasi publik yang berkualitas.
Menurut Khoirudin, transportasi merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar dalam rumah tangga masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran layanan publik yang terjangkau dan berkualitas seperti Transjakarta diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, mengurangi beban pengeluaran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews