Ketua MPR Tinjau Proses Revitalisasi Mess MPR yang Dibakar Massa Saat Demo
Gedung mess MPR yang terbakar merupakan bangunan cagar budaya Kota Bandung.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Mess MPR RI yang dibakar masa pada aksi demonstrasi 31 Agustus lalu. Peninjauan dilakukan untuk melihat proses revitalisasi yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerja Umum (PU).
Muzani mengatakan, gedung mess MPR yang terbakar merupakan bangunan cagar budaya Kota Bandung. Sehingga, gedung tersebut memiliki nilai historis tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan.
"Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi melihat dari dekat mess MPR yang dibakar masa demonstran pada 31 Agustus lalu. Kita melihat bagaimana proses revitalisasi dilakukan," kata Muzani dalam keterangannya, Senin (13/10).
"Sebab bangunan ini tadi kata Kang Dedi adalah bangunan cagar budaya, memiliki nilai historis tinggi, salah satu heritage yang dimiliki Kota Bandung Jawa Barat," sambungnya.
Muzani pun menyampaikan terima kasih kepada Kang Dedi serta seluruh insan Pemda Jabar serta Dinas PU atas kerjasama yang dilakukan dalam upaya renovasi mess MPR di Kota Bandung.
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini pun berharap proses renovasi bisa berjalan dengan cepat.
"Saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kang Dedi, pemprov Jabar, serta dinas PU yang siap membangun kembali gedung ini. Mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu dekat sehingga fungsinya bisa kembali digunakan untuk kepentingan MPR dan Pemda Jabar dan juga warga Jabar khususnya," ujarnya.
Lalu, terkait dengan total biaya yang dianggarkan untuk kepentingan perbaikan gedung mess MPR disebutnya mencapai Rp11 miliar oleh Kementerian Pekerja Umum.
Terkait hal itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau Kang Dedi siap mendukung untuk pembangunan renovasi gedung mess MPR RI tersebut.
"Mess MPR ini memang memiliki heritage nilai historis yang tinggi. Kami Pemprov Jabar sangat mendukung dan mudah-mudahan nanti setelah jadi gedungnya bisa lebih bagus dari sebelumnya. Prinsipnya saya ikut perintah Pak Ketua MPR mau menunggu dari (anggaran) MPR silakan, atau mau diserahkan ke Jawa Barat kami siap bangun," pungkas Kang Dedi.