Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan pada Musim Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan pada musim haji 2026, demi memastikan kenyamanan seluruh jemaah calon haji Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan penekanan khusus pada peningkatan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bagi jemaah calon haji Indonesia pada musim haji 2026. Fokus pelayanan ini dimulai sejak kedatangan jemaah di asrama haji hingga proses keberangkatan menuju Tanah Suci. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan fasilitas dan perhatian yang layak selama menjalankan ibadah.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa pelayanan khusus ini menjadi perhatian utama. Penekanan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman berhaji yang lebih inklusif dan nyaman bagi kelompok jemaah yang membutuhkan perhatian ekstra. Kemenhaj berkomitmen penuh untuk mewujudkan ibadah haji yang aman dan lancar bagi semua jemaah.
Berbagai fasilitas dan prosedur telah disiapkan untuk mendukung kebijakan ini, termasuk penyediaan kursi roda dan tenaga pendamping khusus. Inisiatif ini mencerminkan dedikasi Kemenhaj dalam memberikan pelayanan prima yang berorientasi pada kebutuhan individu jemaah. Hal ini juga sejalan dengan semangat pelayanan yang humanis dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Fokus Pelayanan di Embarkasi Makassar
Di Embarkasi Makassar, implementasi pelayanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan telah dimulai sejak jemaah tiba. Petugas telah sigap menyambut jemaah calon haji begitu mereka turun dari bus dan memasuki aula penerimaan. Berbagai fasilitas penunjang seperti kursi roda dan tenaga pendamping telah disiapkan untuk membantu mobilitas jemaah.
Selain itu, area pelayanan khusus juga disediakan untuk jemaah lansia, memastikan mereka mendapatkan penanganan yang cepat dan efisien. Petugas juga proaktif mendatangi jemaah untuk menawarkan bantuan dan memastikan semua kebutuhan terpenuhi. Pendekatan personal ini bertujuan untuk mengurangi kelelahan dan memberikan rasa aman bagi jemaah.
Perhatian khusus juga diberikan pada proses pemberangkatan menuju bandara, terutama bagi jemaah lansia. Mereka tidak lagi menggunakan kendaraan umum, melainkan diangkut menggunakan ambulans untuk kenyamanan dan keamanan optimal. Fasilitas ini menjamin perjalanan jemaah lansia dari asrama haji hingga bandara berlangsung dengan lancar dan minim hambatan.
Prioritas dan Kuota Khusus untuk Lansia
Kemenhaj juga memberikan perhatian serius terhadap jemaah lansia melalui kebijakan kuota prioritas. Kategori jemaah lansia mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yaitu mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Regulasi ini menjadi dasar hukum dalam menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan fasilitas khusus ini.
Pemerintah telah mengalokasikan kuota prioritas khusus lansia sebesar lima persen dari total kuota haji nasional. Dengan kuota nasional sebanyak 203 ribu calon haji, ini berarti ada alokasi signifikan untuk jemaah lansia. Bahkan, tercatat ada jemaah lansia yang berangkat pada usia mencapai 84 tahun, menunjukkan komitmen kuat terhadap kelompok ini.
Prioritas ini diberikan kepada jemaah lansia yang telah mendaftar haji dan menunggu minimal selama lima tahun. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang sudah lama menanti panggilan ke Tanah Suci. Pada gelombang I pemberangkatan di Embarkasi Makassar saja, jumlah calon haji lansia mencapai 1.463 orang, menandakan besarnya kebutuhan akan layanan ini.
Komitmen Berkelanjutan Kemenhaj
Program pelayanan ramah lansia dan disabilitas ini akan terus dilanjutkan setiap tahunnya oleh Kemenhaj. Tujuannya adalah untuk memastikan semakin banyak jemaah lansia yang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dengan nyaman dan aman. Kemenhaj berupaya terus meningkatkan kualitas layanan seiring berjalannya waktu.
Kenyamanan dan keamanan jemaah, khususnya lansia, disabilitas, dan perempuan, menjadi prioritas utama. Kemenhaj terus berkoordinasi dengan PPIH di berbagai embarkasi dan di Arab Saudi untuk memastikan standar pelayanan yang tinggi. Dari pantauan video, PPIH Arab Saudi juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani jemaah, yang disebut sebagai 'tamu-tamu Allah'.
Komitmen ini menunjukkan bahwa Kemenhaj tidak hanya fokus pada aspek logistik, tetapi juga pada aspek humanis dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dengan adanya layanan yang komprehensif ini, diharapkan semua jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan mendapatkan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Upaya ini akan terus dievaluasi dan ditingkatkan untuk memenuhi harapan jemaah.
Sumber: AntaraNews