Kemendikdasmen Perkuat Implementasi Pembelajaran Mendalam, Fokus pada Penguasaan Substansi Guru
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memprioritaskan implementasi pembelajaran mendalam untuk tingkatkan kualitas pendidikan, menekankan peran guru dalam menguasai substansi materi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat implementasi pembelajaran mendalam melalui pelatihan komprehensif. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini bekerja sama dengan Persatuan Islam (Persis) pada Minggu, 7 Desember.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menjadi prioritas utama. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dalam proses belajar-mengajar di sekolah dasar dan menengah. Fokus utamanya adalah penguasaan substansi materi oleh para guru.
Wamendikdasmen Atip menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah pendekatan. Pendekatan ini menuntut guru untuk menguasai substansi secara komprehensif sebelum memikirkan metode pengajaran. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Pentingnya Penguasaan Substansi dalam Pembelajaran Mendalam
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menekankan bahwa pembelajaran mendalam berpusat pada penguasaan materi oleh guru. Konsep "what to teach" menjadi fundamental sebelum membahas "how to teach" di kelas. Pendekatan ini bertujuan agar guru memiliki pemahaman komprehensif terhadap substansi pelajaran.
Banyak persoalan pembelajaran saat ini bersumber dari kurangnya kemampuan siswa mengkontekstualisasi materi yang diajarkan. Hal ini terlihat jelas dalam mata pelajaran seperti matematika dan bahasa, di mana siswa kesulitan menerapkan konsep dasar pada situasi faktual. Pembelajaran mendalam diharapkan dapat mengatasi kesenjangan ini.
Hasil asesmen terbaru menunjukkan bahwa banyak siswa memahami konsep dasar matematika namun belum mampu menerapkannya. Demikian pula dengan kemampuan membaca dan memahami wacana, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, yang masih perlu ditingkatkan. Penguasaan substansi oleh guru menjadi kunci untuk membimbing siswa.
Tiga Pilar Utama Pembelajaran Mendalam dan Dukungan Pemerintah
Wamendikdasmen Atip menggarisbawahi tiga pilar utama yang menopang implementasi pembelajaran mendalam. Pilar-pilar tersebut meliputi meaningful learning, mindful learning, serta joyful learning. Tujuannya adalah menciptakan proses belajar yang bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan bagi guru dan peserta didik.
"Belajar tidak boleh berlangsung dalam tekanan," imbuh Wamendikdasmen Atip, menekankan pentingnya lingkungan belajar yang positif. Guru juga harus terbebas dari beban administratif yang tidak perlu agar dapat fokus sepenuhnya pada kegiatan mengajar. Ini merupakan bagian integral dari pendekatan pembelajaran mendalam.
Pemerintah Indonesia terus memperluas dukungannya bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dukungan ini mencakup fasilitas pembelajaran, beasiswa peningkatan kualifikasi, hingga tunjangan bagi guru non-PNS. Atensi pemerintah sangat besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam pembelajaran mendalam. Wamendikdasmen Atip menyatakan, "Atensi pemerintah sangat besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan, mulai dari peningkatan fasilitas hingga dukungan untuk guru." Penguasaan konten yang kuat adalah fondasi penting.
Pelatihan ini diikuti oleh total 236 peserta yang terdiri atas 172 guru PAUD dan 64 guru SD. Mereka mendapatkan pendampingan intensif dari para widyaiswara BBGTK Jawa Barat yang memiliki spesialisasi masing-masing. Selain itu, terdapat 106 kepala sekolah yang turut serta dalam pelatihan ini.
Para kepala sekolah tersebut meliputi 61 kepala PAUD, 26 kepala SD, 13 kepala SMP, 4 kepala SMA, dan 2 kepala SMK. Seluruh peserta berasal dari lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Persatuan Islam (Persis). Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews