Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan kabar penting terkait metode pembelajaran di Indonesia. Pada Kamis, 4 September lalu di Jakarta, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa penerapan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam atau deep learning dapat dilakukan secara terpisah, tidak harus serentak dalam satu waktu. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para pendidik dalam mengimplementasikan pendekatan inovatif ini.
Guru besar bidang pendidikan kimia sekaligus Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen, Yuli Rahmawati, menguraikan bahwa terdapat tiga prinsip dasar utama dalam pembelajaran mendalam. Ketiga prinsip tersebut adalah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, yang menjadi fondasi bagi pengalaman belajar yang lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.
Yuli Rahmawati menegaskan bahwa implementasi prinsip-prinsip ini tidak perlu dilakukan secara simultan atau berurutan dalam satu sesi pembelajaran. Fleksibilitas ini memungkinkan guru untuk fokus pada satu atau dua prinsip terlebih dahulu, sesuai dengan kebutuhan dan konteks pembelajaran yang sedang berlangsung, sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi para pendidik.
Advertisement
Advertisement
Prinsip berkesadaran merupakan salah satu fondasi utama dalam Pembelajaran Mendalam yang ditekankan oleh Kemendikdasmen. Dalam konteks ini, guru memiliki peran krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi peserta didik. Kenyamanan ini menjadi kunci agar siswa dapat memusatkan fokus, konsentrasi, dan perhatian penuh terhadap materi yang sedang dipelajari.
Lebih lanjut, prinsip ini juga mendorong guru untuk membantu peserta didik membangun kesadaran terhadap proses berpikir mereka sendiri. Ini berarti siswa diajak untuk memahami bagaimana mereka belajar, bagaimana mereka memecahkan masalah, dan bagaimana mereka mengolah informasi. Dengan demikian, mereka tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga menginternalisasi cara berpikir kritis.
Selain itu, aspek penting dari berkesadaran adalah menumbuhkan keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru. Guru diharapkan dapat memicu rasa ingin tahu alami siswa, mendorong mereka untuk bertanya, mengeksplorasi, dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Ini adalah langkah awal menuju pembelajaran sepanjang hayat yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Prinsip bermakna dalam Pembelajaran Mendalam berfokus pada relevansi materi pelajaran dengan kehidupan nyata peserta didik. Yuli Rahmawati menjelaskan bahwa guru sebisa mungkin harus mampu menunjukkan keterkaitan antara apa yang dipelajari di kelas dengan pengalaman sehari-hari siswa. Hal ini akan membuat materi terasa lebih relevan dan mudah dipahami.
Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya juga menjadi poin penting dalam prinsip ini. Ketika siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki, proses belajar akan menjadi lebih efektif dan mendalam. Guru dapat memfasilitasi diskusi atau aktivitas yang memungkinkan siswa merefleksikan pengalaman masa lalu mereka.
Prinsip bermakna juga menekankan kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, serta keterkaitannya dengan bidang ilmu lain. Ini mendorong pemikiran lintas disiplin dan membangun kesadaran untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga memahami aplikasi praktis dari pengetahuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Prinsip menggembirakan dalam Pembelajaran Mendalam tidak selalu berarti harus ada ice breaking atau permainan. Menurut Yuli Rahmawati, prinsip ini lebih menekankan pada penciptaan pembelajaran yang interaktif dan memberikan aktivitas menarik. Tujuannya adalah untuk memunculkan tantangan yang memotivasi siswa, yang pada akhirnya dapat menghasilkan apa yang disebut 'AHA moment'.
Yuli Rahmawati menjelaskan, "Nah pada prinsip menggembirakan, itu tidak harus selalu ice breaking, permainan games, tapi juga bagaimana memberikan tantangan pembelajaran yang mendorong terjadinya aha moment, begitu dia berhasil kemudian dia jadi termotivasi." Ini berarti bahwa kegembiraan bisa muncul dari keberhasilan mengatasi tantangan dan penemuan wawasan baru.
Dengan demikian, guru didorong untuk merancang kegiatan yang menstimulasi pemikiran kritis dan kreativitas siswa, bukan sekadar hiburan semata. Ketika siswa berhasil memecahkan masalah atau memahami konsep yang sulit, rasa gembira dan motivasi mereka akan meningkat secara alami. Pengenalan tiga prinsip dasar ini diharapkan dapat membuat penerapan metode pembelajaran mendalam menjadi lebih mudah dan tidak menjadi beban baru bagi guru maupun murid.
Advertisement
Sumber: AntaraNews