KAI Buka Suara soal Video Viral Percikan Api di KA Probowangi
Kejadian dimulai pada Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 18.40 WIB, di jalur kereta api yang terletak antara Stasiun Kalibaru di Banyuwangi.
Baru-baru ini, sebuah video menunjukkan percikan api yang muncul dari lokomotif kereta api (KA) Probowangi. Kejadian ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 18.40 WIB, tepatnya di antara Stasiun Kalibaru Banyuwangi dan Stasiun Mrawan Jember.
Insiden ini berawal dari kondisi slip roda yang disebabkan oleh rel yang licin akibat hujan gerimis di daerah tersebut. Pihak PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember menegaskan bahwa kejadian ini merupakan masalah teknis operasional dan bukan insiden kebakaran.
"Percikan yang terlihat bukan api kebakaran, melainkan dampak gesekan intens antara roda baja dengan rel saat masinis berupaya memulihkan daya cengkeram atau adhesi," ungkap Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, pada Sabtu (4/4).
Menanggapi permasalahan tersebut, masinis dan asisten masinis segera mengambil langkah-langkah taktis sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) untuk meningkatkan gaya gesek. Upaya ini berhasil dilakukan dalam waktu singkat, sehingga KA Probowangi dapat melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal menuju stasiun tujuan.
KAI Daop 9 Jember menjamin bahwa keseluruhan perjalanan kereta api di wilayahnya tetap aman dan dalam kendali. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Menurut Cahyo, KAI terus melakukan audit berkala pada sarana dan prasarana, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak terpengaruh oleh narasi dari video yang beredar tanpa adanya konfirmasi resmi. "Kami mengimbau pelanggan untuk tetap tenang. Seluruh jajaran operasional kami telah dibekali kompetensi untuk menangani kendala teknis di lapangan secara cepat dan tepat demi menjamin keselamatan perjalanan," tutup Cahyo.