KAI Mohon Maaf atas Gangguan Kereta Api KAI Pantura Akibat Banjir di Jawa Tengah
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan Kereta Api KAI Pantura di Jawa Tengah yang menyebabkan keterlambatan belasan perjalanan akibat banjir dan gogosan jalur.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api yang terjadi di jalur Pantura Jawa Tengah pada Jumat (16/1) dini hari. Gangguan ini berpusat di petak jalan antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri, Kabupaten Kendal.
Insiden tersebut dipicu oleh luapan air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (15/1) malam. Kondisi ini menyebabkan jalur rel terendam hingga batas kepala rel serta menimbulkan gogosan pada fondasi jalur.
Demi menjaga keselamatan, perjalanan sejumlah kereta api dari arah barat ke timur maupun sebaliknya harus dihentikan sementara waktu. Keselamatan pelanggan dan operasional kereta api menjadi prioritas utama KAI dalam penanganan situasi darurat ini.
Detil Gangguan dan Penanganan KAI di Jalur Pantura
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa luapan air akibat intensitas hujan tinggi menjadi penyebab utama gangguan ini. Genangan air yang melebihi batas kepala rel dan adanya gogosan pada fondasi jalur merupakan kondisi yang membahayakan bagi operasional kereta api.
Menanggapi situasi darurat tersebut, petugas KAI segera diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat. Langkah penghentian sementara perjalanan kereta api diambil sebagai prosedur keamanan yang tidak bisa ditawar. Prioritas utama KAI adalah menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kelancaran operasional.
Berkat upaya cepat dan menurunnya curah hujan, jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri akhirnya dapat dilintasi kembali pada Jumat dini hari. Meskipun demikian, untuk memastikan keamanan maksimal, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 km per jam di area tersebut.
Pembatasan kecepatan ini akan tetap berlaku hingga perbaikan prasarana jalur selesai sepenuhnya dan kondisi dinyatakan aman 100 persen. KAI terus berupaya memastikan semua aspek keamanan terpenuhi sebelum kecepatan normal dapat diberlakukan kembali, menunjukkan komitmen terhadap standar keselamatan.
Dampak Keterlambatan dan Permohonan Maaf KAI
Gangguan kereta api di jalur Pantura ini berdampak signifikan pada jadwal perjalanan, khususnya bagi penumpang antarkota. Tercatat 18 perjalanan kereta api penumpang mengalami keterlambatan.
Durasi keterlambatan bervariasi, mulai dari 8 menit untuk beberapa perjalanan, hingga mencapai sekitar 2,5 jam untuk perjalanan lainnya. Keterlambatan ini merupakan konsekuensi langsung dari pengaturan perjalanan dan antrean kereta api yang harus menunggu jalur dinyatakan aman untuk dilintasi kembali.
Anne Purba menambahkan bahwa saat ini, situasi perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah secara bertahap mulai berangsur kembali normal. Meskipun demikian, petugas KAI tetap melakukan pemantauan intensif dan perbaikan lanjutan di lokasi terdampak. Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran layanan kepada pelanggan dapat berjalan optimal dan mencegah insiden serupa.
KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan selama perjalanan. KAI juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses penanganan berlangsung, menghargai dukungan publik dalam menghadapi tantangan operasional.
Sumber: AntaraNews