Lintas rel Jakarta–Cikampek sempat terganggu usai KA Purwojaya relasi Gambir-Kroya anjlok saat melintas di km 56+1/2, tak jauh dari Stasiun Kedunggedeh, Jawa Barat, Sabtu (25/10). Namun jalur tak lumpuh total, satu rel masih bisa dilintasi secara bergantian.
"Untuk sementara hanya satu jalur yang bisa dilewati secara terbatas untuk mengatur perjalanan kereta api lain, sementara jalur lainnya masih dalam proses penanganan oleh petugas," kata Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/12).
Dia mengatakan, petugas dari Daop 1 Jakarta bersama unit terkait segera diterjunkan melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi kejadian. Sebanyak 232 penumpang dievakuasi dengan baik dan melanjutkan perjalanan menggunakan enam bus yang telah disiapkan menuju stasiun tujuan masing-masing.
"Proses evakuasi berjalan lancar dan aman, dibantu oleh petugas di lapangan yang memastikan kenyamanan pelanggan selama proses berlangsung," ucap dia.
Setelah seluruh penumpang dipastikan aman, tahapan selanjutnya difokuskan pada penanganan rangkaian KA yang mengalami anjlogan serta pemeriksaan kondisi prasarana untuk mempercepat normalisasi perjalanan.
Selain itu, KAI juga melakukan berbagai langkah operasional untuk meminimalkan kelambatan perjalanan kereta lainnya di lintas tersebut melalui pengaturan jalur bergantian dan koordinasi intensif antar-daerah operasi.
Hingga pukul 15.30 WIB, beberapa perjalanan kereta di lintas Kedunggedeh mengalami keterlambatan sebagai dampak dari penanganan KA Purwojaya, dengan rincian sebagai berikut:
Jalur Hulu (Cikampek – Bekasi) :
• KA 176 (Menoreh) relasi Pasar Senen – Semarang Tawang, pukul 16.04 WIB telah melintas Stasiun Kedunggedeh
• KA 142F (Parahyangan Fak) relasi Gambir – Bandung, posisi Stasiun Karawang, terlambat 56 menit
• KA 44 (Taksaka) relasi Gambir – Yogyakarta, posisi Stasiun Lemahabang, terlambat 52 menit
• KA 152 (Brantas) relasi Pasar Senen – Blitar, posisi Stasiun Cikarang, terlambat 43 menit
• KA 254 (Kertajaya) relasi Pasar Senen – Surabaya Pasarturi, posisi Stasiun Tambun, terlambat 17 menit
Jalur Hilir (Bekasi – Cikampek) :
• KA 103 (Bogowonto) relasi Lempuyangan – Pasar Senen, posisi Stasiun Karawang, terlambat 32 menit
• KA 137 (Parahyangan) relasi Bandung – Gambir, posisi Stasiun Karawang, terlambat 23 menit
• KA 39 (Sembrani) relasi Surabaya Pasarturi – Gambir, posisi Stasiun Klari, terlambat 11 menit
• KA 75 (Mataram) relasi Solo Balapan – Pasar Senen, posisi Stasiun Cikampek, tepat waktu
• KA 143 (Madiun Jaya) relasi Madiun – Pasar Senen, posisi Stasiun Tanjungrasa, tepat waktu
KAI menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat kondisi ini. Upaya pemulihan terus dilakukan secara intensif dengan memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama.
KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui kanal resmi perusahaan seiring perkembangan penanganan di lapangan.
"Masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121, WhatsApp 0811-22233-121, email cs@kai.id, atau media sosial resmi @KAI121," tandas dia.
Advertisement
Dua gerbong bagian belakang kereta Purwojaya jurusan Gambir–Kroya, anjlok saat melintas di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, kilometer 56+1/2, pada Sabtu (25/10). Akibatnya, jalur hulu dan hilir sementara tak bisa dilewati.
Peristiwa itu pertama kali diketahui dari laporan masinis yang langsung menghubungi pusat kendali pada pukul 14.14 WIB.
Mendapat laporan itu, petugas dari Polsuska, tim Unit Jalan Rel, dan Sarana Daop 1 Jakarta bergegas menuju lokasi. Pemeriksaan jalur dan penanganan darurat pun dilakukan.
Kereta dengan formasi satu lokomotif, delapan gerbong eksekutif, satu kereta makan, dan satu pembangkit itu membawa 232 penumpang. Beruntung, seluruh penumpang dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman.
“Begitu laporan diterima, petugas segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api lainnya,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10).
Dia menegaskan, keselamatan penumpang tetap jadi prioritas utama. Para petugas kini tengah berupaya menormalkan kembali lintasan yang terdampak agar perjalanan kereta lain tak terhambat lebih lama.
"Dan akan kami pastikan tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan selesai,” ujar dia.
Menurut Ixfan, pemeriksaan teknis terhadap jalur rel dan kondisi roda kereta juga sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti anjlokan.
"Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat gangguan operasional ini. Saat ini petugas di lapangan terus bekerja melakukan normalisasi agar perjalanan kereta api dapat segera kembali lancar,” tandas Ixfan.
PT KAI memastikan akan memberikan informasi terbaru secara berkala mengenai proses penanganan di lapangan.