Jokowi Ogah Cawe-cawe Suksesi Keraton Surakarta: Yang Penting Rukun
Jokowi menegaskan, soal suksesi, hal tersebut merupakan masalah internal keraton.
Pasca wafatnya Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sampeyan Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII muncul kekhawatiran dari sejumlah kalangan akan kembali terjadi perpecahan di dalam Keraton pewaris dinasti Mataram Islam.
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang pernah mendamaikan dua kubu raja kembar saat menjabat Wali Kota Solo, kini tidak mau cawe-cawe. Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan semua pihak untuk menjaga kerukunan di lingkungan keraton.
"Ini masalah internal keraton. Yang paling penting kita semua bisa menjaga kerukunan dan masalahnya bisa terselesaikan,” ujarnya Jokowi saat ditemui awak media di kediaman pribadi Sumber, Solo, Kamis (6/11).
Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo ini menegaskan, soal suksesi, hal tersebut merupakan masalah internal keraton.
"Itu masalah internal keraton. Kita menghargai keluarga besar keraton dan juga adat istiadat yang ada,” tandasnya.
Jokowi Ogah Komen soal Kemungkinan Muncul 2 Kubu
Jokowi juga enggan menanggapi kemungkinan munculnya dua kubu dalam suksesi penerus tahta Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
“Itu sekali lagi urusan internal keraton,” pungkas Jokowi.
Disinggung soal upaya perdamaian jika suatu hari nanti muncul dua kubu yang berseteru, Jokowi menegaskan persoalan tersebut menjadi tugas pemerintah.
“Itu nanti pemerintah,” ucapnya.
Tanda Muncul Perbedaan Pendapat di Keraton Surakarta
Tanda-tanda munculnya perbedaan pendapat di Keraton Surakarta muncul saat prosesi pemakaman jenazah PB XIII. Saat melepas jenazah, Putra Mahkota KGPAA Purboyo mengucapkan ikrar penobatan dirinya sebagai raja baru dengan gelar Sampéyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV.
Pada kesempatan sebelumnya, Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, menyatakan bahwa telah terjadi kekosongan kekuasaan karaton sejak PB XIII meninggal dunia pada Minggu 2 November 2025. Ia juga menilai terlalu dini untuk menyatakan siapa pemegang tahta berikutnya.
"Walaupun ada yang sudah menyebutkan nama-nama, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Karaton Surakarta berikutnya," kata Tedjowulan.
Tedjowulan menegaskan, untuk sementara dirinya akan menjalankan fungsi ad interim hingga penerus Paku Buwono XIII dinobatkan.