Jeneponto Peringkat 1 Stunting di Sulsel, Pemprov Sulsel-Pemkab Bersinergi Atasi Kemiskinan Ekstrem
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemkab Jeneponto memperkuat sinergi atasi kemiskinan ekstrem dan stunting. Temukan strategi baru mereka!
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto secara serius memperkuat sinergisitas dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem dan masalah anak putus sekolah. Kolaborasi ini menjadi krusial mengingat kondisi Jeneponto yang masih berada dalam kategori zona merah kemiskinan ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, pada Minggu, 24 Agustus, di Makassar, menegaskan pentingnya intervensi nyata dan terukur untuk mengangkat Jeneponto dari kondisi tersebut. Ia menyoroti bahwa Jeneponto hingga kini masih mencatat angka stunting tertinggi di Sulsel, di samping angka kemiskinan yang juga tetap tinggi.
Dalam kunjungannya, Wagub Fatmawati tidak hanya membawa bantuan sosial, tetapi juga ingin melihat langsung potensi dan tantangan di lapangan agar program yang dijalankan dapat lebih efektif. Fokus utama adalah pada pendampingan masyarakat agar mereka bisa mencapai kemandirian ekonomi, bukan hanya bergantung pada bantuan sesaat.
Tantangan Serius: Stunting dan Kemiskinan di Jeneponto
Jeneponto menghadapi tantangan ganda yang serius dalam pembangunan daerahnya, yakni angka stunting yang menduduki peringkat pertama dan angka kemiskinan yang berada di peringkat kedua di seluruh Sulawesi Selatan. Data ini menunjukkan urgensi penanganan yang komprehensif dan terkoordinasi dari berbagai pihak.
Wagub Fatmawati Rusdi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulsel, menyatakan keprihatinannya. Ia berharap dapat segera mendengar kabar baik dari Jeneponto, di mana tidak ada lagi kasus stunting, tidak ada anak yang putus sekolah, dan masyarakatnya dapat hidup mandiri.
Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, mengakui bahwa daerahnya masih memiliki tantangan besar. Ia menyatakan kesiapan Pemkab Jeneponto untuk berkolaborasi erat dengan Pemprov Sulsel demi menurunkan angka stunting dan kemiskinan yang menjadi beban serius bagi masyarakat Jeneponto.
Strategi Intervensi dan Pemberdayaan Masyarakat
Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya verifikasi data di lapangan untuk memastikan program intervensi pemerintah berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia menilai bahwa meskipun berbagai program sudah berjalan, hasilnya belum sepenuhnya memuaskan, sehingga perlu evaluasi dan penyesuaian strategi.
Pendekatan yang diusung tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan finansial semata, melainkan juga pada penguatan kapasitas masyarakat melalui pengembangan keterampilan. Wagub mendorong agar setiap bantuan sosial yang diberikan diarahkan untuk menghasilkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Jeneponto.
Tujuan utama dari strategi ini adalah agar masyarakat Jeneponto dapat merasakan hasil nyata dari program pemerintah, dengan target tidak ada lagi anak stunting, tidak ada anak putus sekolah, dan setiap keluarga memiliki akses pendidikan serta kemandirian ekonomi. Ini adalah langkah konkret untuk mengatasi kemiskinan ekstrem Jeneponto.
Pengembangan keterampilan yang relevan dengan potensi daerah menjadi kunci. Fatmawati berharap dapat mengidentifikasi "skill" apa yang bisa dikembangkan di Jeneponto agar bantuan tidak hanya berhenti pada uang, tetapi juga menciptakan arah yang jelas bagi masyarakat untuk keluar dari jerat kemiskinan.
Aspirasi Warga dan Komitmen Bersama
Di sela-sela penyerahan bantuan, aspirasi dari warga Jeneponto turut didengar. Salah satunya adalah Endong (56), seorang ibu rumah tangga, yang berharap adanya pendampingan berkelanjutan agar keluarganya dapat mencapai kemandirian. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendampingan dan pemberdayaan sangat dirasakan oleh masyarakat.
Komitmen bersama antara Pemprov Sulsel dan Pemkab Jeneponto diharapkan mampu membawa perubahan signifikan. Target untuk mendampingi anak-anak agar terus belajar dan memastikan mereka tidak putus sekolah menjadi prioritas, sejalan dengan visi untuk menciptakan generasi yang lebih baik.
Sinergi ini bukan hanya sekadar penyerahan bantuan, melainkan sebuah bukti perhatian besar dari pemerintah provinsi terhadap kondisi Jeneponto. Dengan kolaborasi yang kuat dan fokus pada pemberdayaan, diharapkan Jeneponto dapat segera keluar dari zona merah kemiskinan ekstrem dan mencapai kemandirian yang diidamkan.
Sumber: AntaraNews