Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengambil langkah strategis untuk menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, memimpin langsung penyaluran bantuan ikan segar dan olahan perikanan kepada masyarakat.
Total 1,2 ton ikan segar dan 708 paket olahan perikanan didistribusikan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Bantuan ini secara khusus menyasar Desa Malino dan Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan, yang dikenal sebagai daerah terpencil.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan asupan protein hewani. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki gizi anak-anak serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Bantuan Ikan Donggala Atasi Stunting.
Advertisement
Advertisement
Fokus Intervensi di Daerah Terpencil
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menjelaskan bahwa program bantuan ikan ini memprioritaskan daerah terpencil, terluar, dan terdalam di Kabupaten Donggala. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah dalam mengatasi stunting.
Intervensi ini dirancang untuk memastikan bahwa bantuan dapat menjangkau komunitas yang paling membutuhkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, terutama bagi keluarga berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem.
Bantuan tersebut tidak hanya berupa ikan segar, tetapi juga 708 paket olahan perikanan. Paket ini mencakup abon dan stik ikan, yang disalurkan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Donggala untuk mendukung program gizi.
Advertisement
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah gizi dan ekonomi di wilayahnya. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta dampak positif yang signifikan bagi masyarakat penerima manfaat.
Advertisement
Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
Pemberian bantuan ikan segar dan olahan perikanan ini ditujukan khusus untuk keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem. Data penerima bantuan didasarkan pada kemiskinan desil 1 dan 2.
Data tersebut bersumber dari Bappeda Kabupaten Donggala, memastikan bahwa penyaluran bantuan tepat sasaran. Di Desa Malino, sebanyak 159 kepala keluarga menerima bantuan ini sebagai bagian dari upaya mengatasi stunting.
Sementara itu, di Desa Lumbulama, bantuan serupa disalurkan kepada 195 kepala keluarga. Total penerima bantuan mencapai ratusan kepala keluarga di dua desa tersebut.
Advertisement
Sistem pendataan yang akurat ini menjadi kunci keberhasilan program. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang paling memerlukan peningkatan gizi.
Advertisement
Data Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Donggala
Kabupaten Donggala masih menghadapi tantangan serius terkait kemiskinan ekstrem dan stunting. Tingkat kemiskinan ekstrem di daerah ini pada tahun 2024 mencapai 47.680 jiwa, atau setara dengan 15,30 persen dari total populasi.
Angka ini menunjukkan urgensi intervensi pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Upaya penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.
Terkait stunting, target prevalensi di Donggala pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen. Angka stunting pada tahun 2025 sendiri masih berada di angka 29,6 persen, menunjukkan perlunya tindakan cepat.
Advertisement
Data ini menegaskan pentingnya program peningkatan asupan protein hewani. Program Bantuan Ikan Donggala Atasi Stunting ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka-angka tersebut demi masa depan generasi muda.
Sumber: AntaraNews