Janji Wali Kota Solo akan Lindungi Becak Usai Kemunculan Bajaj
Wali Kota Solo, Respati Ardi pun meminta agar para pengaruh becak tidak khawatir. Ia berjanji akan melindungi transportasi tradisional tersebut.
Munculnya moda transportasi bajaj membuat para pengemudi becak di Solo khawatir. Mereka takut ditinggalkan penumpang yang lebih memilih kendaraan bermotor roda tiga tersebut.
Wali Kota Solo, Respati Ardi pun meminta agar para pengaruh becak tidak khawatir. Ia berjanji akan melindungi transportasi tradisional tersebut.
"Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian untuk membuat regulasi terkait bajaj. Sudah saya rakorkan, nanti saya tegaskan lagi. Biar Dishuh yang mengatur," ujar Respati Rabu (22/10).
Lanjut Respati, pihaknya juga berencana membuat kebijakan satu tarif untuk becak dengan jarak tempuh pendek.
"Kita akan melindungi transportasi tradisional dulu, khususnya becak. Kita lagi buat satu tarif becak. Kita nggak fokus ke bajaj, kita fokusnya satu tarif becak," tegasnya
Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) Solo, Sari Wahyuni mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana kebijakan satu tarif yang diinisiasi Wali Kota Solo.
"Pasti kita sambut baik rencana pak wali. Ini masih persiapan katanya," ungkapnya.
Sari juga menegaskan, meskipun setuju dengan tarif pendek, namun pihaknya tidak setuju apabila satu tarif pendek berdasarkan Google maps.
Alasannya, karena becak menggunakan tenaga manual sehingga berbeda dengan ojek online (ojol).
"Kalau rute pendek tidak masalah. Cuman kalau ngitung tarif berdasarkan Google maps kurang setuju. Karena manual," tukasnya.
Dikatakan Sari, selama ini, untuk tarif yang telah ditentukan adalah paket wisata. Pihaknya mematok tarif Rp 50.000 rute Benteng Vastenburg-Pasar Klewer-Keraton Solo-Kampung Batik Kauman dan kembali ke Bentang Vastenburg.
"Kalau dari Benteng Vastenburg ke Pasar Klewer hanya Rp 15.000," pungkas Sari.