Pemerintah Kota Solo menerima bantuan ratusan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, setelah sebelumnya menolak beroperasinya bajaj. Ratusan becak listrik yang tiba di Solo sejak Minggu (15/12) lalu, kini terparkir di UPT Transportasi Dinas Perhubungan Kota Solo, kawasan Mojo, Kecamatan Jebres.
Armada ini diprioritaskan bagi pengayuh becak lansia berusia 55 tahun ke atas. Dalam beberapa hari terakhir, para calon pengemudi mulai mengikuti pelatihan sebelum resmi mengaspal akhir Desember mendatang.
Kepala Dinad Perhubungan Kota Solo, Taufik Muhammad, mengatakan ada 200 becak listrik yang dikirim dari Bandung ke Solo. Sementara becak listrik yang baru tiba ada 150.
"Yang sudah tiba ada 150. Dikirim dari Bandung. Jadi setelah tiba becaknya, ada pelatihan bagi calon penerima," ungkapnya.
Advertisement
Dikatakannya, pelatihan perlu dilakukan karena becak ini menggunakan baterai. Sehingga pengayuh becak harus mengetahui teknis penggunaannya sebelum mengoperasikan.
"Jadi hari Senin dan Selasa itu ada pelatihan. Ini kan pakai baterai, jadi harus tahu masalah teknisnya. Cara mengecas bagaimana, kalau rusak bagaimana harus ada pembelajaran. becak listrik," jelas dia.
“Kami ingin memastikan pengemudi becak listrik ini benar-benar siap, baik dari sisi pengoperasian maupun perawatan,” kata dia.
Advertisement
Taufiq mengatakan, rencananya, becak listrik akan diserahkan kepada penerima dengan acara seremonial pada Senin (22/12).
Lanjut Taufiq, becak listrik yang dibantukan untuk lansia ini mampu menempuh perjalanan sejauh 35 kilometer dengan kondisi baterai penuh.
"Kalau ngecas penuh itu butuh waktu 6 jam, karena baterainya kecil. Untuk perjalanan kota bisa menempuh jarak 35 kilometer," ungkap dia.
Advertisement
Wali Kota Solo menambahkan, program becak listrik menjadi upaya Pemkot Solo menata transportasi tradisional. Becak listrik akan menggantikan armada lama yang sudah tidak layak serta menjadi alternatif resmi di tengah maraknya becak motor atau bentor.
Pihaknya berencana membuatkan rute khusus kepada pengayuh becak listrik untuk mendukung pariwisata di kota Bengawan.
"Kita sudah belajar dengan kota-kota lain. Itu kurang baik untuk tata transportasi tentunya. Kita menunggu becak listrik dari Bapak Presiden. Kita fungsikan untuk pengemudi becak lansia terutama," katanya.