Janji Jadi Polisi Berujung Tipu-Tipu, Pemuda Ini Kehilangan Ratusan Juta
Pelaku berinisial AR (31) mengaku-ngaku staf anggota Komisi III DPR RI. Ia menebar janji bisa membantu memasukkan korban dan keluarganya jadi anggota Polri.
Harapan seorang pemuda berinisial A (30) asal Tangerang untuk menjadi anggota Polri pupus sudah. Alih-alih berseragam cokelat, ia justru kehilangan ratusan juta rupiah setelah ditipu oleh seseorang yang mengaku bisa meloloskannya lewat jalur orang dalam.
Kasus ini terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, melakukan penyelidikan. Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmad Basuki menjelaskan, kejadian bermula pada periode Februari hingga Mei 2025 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
Pelaku berinisial AR (31) mengaku-ngaku staf anggota Komisi III DPR RI. Ia menebar janji bisa membantu memasukkan korban dan keluarganya jadi anggota Polri.
Korban termakan ucapan, lalu menyetorkan uang ke pelaku. Tak tanggung-tanggung total mencapai Rp750 juta. Tapi setelah proses seleksi berakhir, janji tinggal janji. Tak ada satu pun nama yang lolos jadi anggota Polri.
"Korban mentransfer uang sebesar Rp750 juta ke rekening tersangka. Namun hingga proses seleksi selesai, tak satu pun dari yang dijanjikan lolos menjadi anggota Polri," kata Akhmad dalam keterangan terulis, Selasa (14/10).
Merasa ditipu, korban akhirnya melapor ke Polsek Metro Tanah Abang pada 12 Oktober 2025. Polsek Tanah Abang langsung bergerak menangkap pelaku di wilayah Jakarta Pusat.
“Tersangka kami amankan bersama barang bukti berupa dokumen mutasi rekening, percakapan WhatsApp, dan satu buah flashdisk. Saat ini tersangka telah ditahan di Polsek Metro Tanah Abang untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ucap dia.
Kini pelaku mendekam di balik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman empat tahun penjara.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan pihaknya tak akan tinggal diam terhadap modus seperti ini.
“Modus seperti ini mencoreng nama baik institusi. Ini bentuk kejahatan yang sangat merugikan masyarakat dan harus diberantas. Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang mencoba memanfaatkan posisi atau pengaruh untuk keuntungan pribadi dalam proses seleksi anggota Polri,” ujar dia.
Dia menambahkan pihak kepolisian akan terus membongkar jaringan-jaringan dengan modus serupa.
“Kami pastikan, siapa pun yang bermain dalam praktek ilegal ini akan kami kejar dan tindak tegas. Polri bukan lembaga yang bisa dimasuki dengan imbalan finansial. Kami tegaskan lagi, seleksi Polri itu murni, gratis, dan transparan,” lanjutnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada iming-iming kelulusan instan.
“Masyarakat harus waspada. Kalau ada yang menjanjikan kelulusan Polri dengan imbalan finansial, laporkan saja. Jangan tergoda, karena itu sudah pasti penipuan,” katanya.