Indonesia Dorong Kemerdekaan Palestina Melalui Gaza Board of Peace
Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong kemerdekaan Palestina melalui keanggotaannya di Gaza Board of Peace, sebuah langkah konkret menuju perdamaian abadi di Gaza.
Jakarta – Indonesia mengambil langkah strategis dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina dengan bergabung dalam Gaza Board of Peace. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa keanggotaan ini akan digunakan untuk mendorong pengakuan negara Palestina, sebuah inisiatif yang dianggap sebagai langkah nyata menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat berbicara di Bad Ragaz, Swiss, pada hari Jumat. Keikutsertaan Indonesia dalam dewan ini bertujuan untuk memengaruhi kebijakan dan memastikan semua upaya mengarah pada kemerdekaan Palestina.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menandatangani piagam dewan tersebut saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss, pada hari Kamis. Presiden Prabowo menyebut kesempatan ini sebagai momentum bersejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza.
Peran Strategis Indonesia dalam Gaza Board of Peace
Indonesia bertekad untuk mengarahkan kebijakan dewan agar tetap sejalan dengan solusi dua negara, posisi yang konsisten dipegang Jakarta dalam isu Palestina. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa tujuan utama adalah kemerdekaan Palestina harus tercapai.
Proses ini dinilai menawarkan peluang realistis di tengah terbatasnya alternatif yang ada, memungkinkan Indonesia memanfaatkan momentum diplomatik untuk memajukan perdamaian dan status negara Palestina. Indonesia memandang Gaza Board of Peace sebagai langkah yang lebih substantif dibandingkan hanya mengeluarkan kecaman.
Menteri Luar Negeri Sugiono menambahkan, banyak negara hanya mengeluarkan pernyataan, namun Gaza Board of Peace dan langkah-langkah selanjutnya adalah sesuatu yang nyata dalam mencapai kemerdekaan Palestina.
Inisiatif dan Tujuan Gaza Board of Peace
Gaza Board of Peace merupakan inisiatif yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump. Dewan ini dibentuk untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pasca-konflik.
Dewan ini secara resmi dibentuk pada Januari 2026 di sela-sela World Economic Forum ke-56, setelah diusulkan pada September 2025. Tujuannya adalah untuk memainkan peran penting dalam memenuhi rencana perdamaian Presiden Trump, memberikan pengawasan strategis, memobilisasi sumber daya internasional, dan memastikan akuntabilitas saat Gaza beralih dari konflik menuju perdamaian dan pembangunan.
Keanggotaan dewan ini bersifat undangan, dengan biaya keanggotaan sebesar $1 miliar AS untuk kursi permanen. Meskipun demikian, beberapa negara Eropa menunjukkan kehati-hatian dalam bergabung.
Komitmen Indonesia terhadap Solusi Dua Negara
Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukanlah hal baru. Sejak lama, Indonesia secara konsisten menyuarakan pentingnya solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah. Keikutsertaan dalam Gaza Board of Peace adalah manifestasi dari komitmen tersebut.
Melalui platform ini, Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memastikan hak-hak rakyat Palestina terpenuhi. Ini termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan memiliki negara yang berdaulat.
Langkah diplomatik ini juga menunjukkan peran aktif Indonesia di kancah internasional dalam penyelesaian isu-isu kemanusiaan dan perdamaian global. Indonesia terus berupaya menjadi jembatan dialog dan solusi konstruktif.
Sumber: AntaraNews