Heboh di NTT, Dua Pria Dikeroyok Warga Usai Tipu Pembelian Sapi dengan Uang Mainan
Warga Desa Nulle, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa marah akibat tindakan penipuan.
Aksi penipuan yang melibatkan pembelian sapi dengan menggunakan uang mainan membuat warga Desa Nulle, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) marah.
Kedua pelaku yang terlibat dalam penipuan tersebut langsung menjadi sasaran amukan massa setempat. Mereka berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di lokasi kejadian, dan barang bukti berupa uang palsu yang digunakan untuk transaksi sapi juga telah disita. Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, mengungkapkan bahwa laporan mengenai kasus ini telah dibuat dengan nomor LP/B/534/XII/2025/SPKT/Polres Timor Tengah Selatan/Polda NTT.
Pelaku yang terlibat dalam aksi ini adalah Groventus Tode (20) dan Semi Kake (20). Groventus merupakan warga Dusun III Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan, sedangkan Semi berasal dari Nunbaki Desa Fatukoko, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten TTS.
Mereka datang ke Desa Nulle menggunakan mobil pick up Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 8101 CA. Di desa tersebut, ia berhasil menipu Nikodemus Lenamah (35) dan Marselina Missa (55) dengan membeli seekor sapi seharga Rp10 juta menggunakan uang palsu pecahan Rp100 ribu.
"Mereka sempat tawar dari harga Rp12,5 juta ke Rp10 juta. Setelah deal, mereka angkut sapi yang berusia setahun itu ke atas mobil pikap," ungkap Kapolres.
Setelah transaksi pertama, kedua pelaku melanjutkan aksi penipuan di rumah Marselina Missa dengan membeli sapi berusia 1,5 tahun seharga Rp12,5 juta.
"Semua gunakan uang mainan," kata Kapolres Hendra Dorizen.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan yang dapat merugikan, terutama dalam transaksi jual beli hewan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi agar tidak menjadi korban penipuan serupa di masa mendatang.
Massa menyerang pelaku
Yohanes Missa, putra dari Marselina, menyadari bahwa ibunya telah menjadi korban penipuan sekitar 15 menit setelah transaksi terjadi. Segera setelah itu, Yohanes dan ibunya bergegas mengejar para pelaku menggunakan sepeda motor dan berhasil menemukannya yang masih berada di sekitar hutan Desa Pusu.
Saat dihentikan oleh Yohanes dan Marselina, kedua penipu ini tidak bisa mengelak dan mengakui tindakan mereka.
Ia meminta maaf serta berjanji untuk mengembalikan sapi milik Marselina. Namun, dalam perjalanan pulang, warga yang sudah mengetahui tindakan penipuan tersebut langsung menghadangnya.
Warga setempat pun menghakimi para pelaku hingga mengalami beberapa luka memar.
"Groventus Tode mengalami memar di dahi dan pelipis kiri, sementara Semi Kake memar di pipi dan pundak kiri," jelasnya.
Uang mainan berhasil mencapai Rp99 juta
Polisi telah mengumumkan barang bukti yang berhasil mereka amankan, termasuk sebuah mobil pick up Suzuki Carry dengan nomor DH 8101 CA, uang mainan pecahan Rp100.000 sebanyak 991 lembar, dua ekor sapi berwarna cokelat, surat keterangan sapi dari Desa Nulle, sebuah tas selempang, serta dua unit telepon seluler yaitu HP Samsung Galaxy A04 dan HP Xiaomi Redmi 13C.
"Total nilai uang mainan yang disita mencapai Rp99,1 juta," jelasnya.
Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti tersebut telah ditahan di Mapolres TTS untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.