Hasil Ekshumasi Bayi Diduga Tertukar di RS Cempaka Putih Diumumkan Dua Pekan Lagi
Proses ekshumasi tersebut telah berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Tim Forensik Rumah Sakit (RS) Polri telah merampungkan ekshumasi atau autopsi ulang terhadap balita MS yang diduga tertukar di RS Islam Cempaka Putih. Proses ekshumasi tersebut telah berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihak forensik memiliki waktu selama dua pekan untuk memeriksa hasil sampel ekshumasi balita MS.
"Kalau informasi sekitar 2 minggu ya, nanti kita lihat perkembangannya," kata Susatyo di TPU Semper, Jakarta Utara, Selasa (17/12).
Hasil DNA balita itu nantinya akan menjawab tudingan pasangan suami istri Muhammad Rauf (27) dan Feni Selvinati (26). Pasangan suami istri itu menganggap balita MS bukan anaknya.
"Hari ini kami juga langsung dari penyidik Polres Jakarta Pusat akan mengantar kedua orang tuanya ke instalasi di rumah sakit Polri di Cipinang untuk mengambil sampel ya agar bisa dicocokan nanti dengan DNA," sebut Susatyo.
"Nah tentunya tahap awal ini akan menjadi kunci utama secara scientific untuk mengatakan bahwa memang itu adalah anak dari orang tuanya," pungkas dia.
Kronologi Balita Tertukar
Sebelumnya, Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tengah menjadi sorotan publik. Hal ini setelah adanya bayi yang diduga tertukar. Kejadian ini terungkap setelah salah satu orang tua si bayi menaruh rasa curiga dengan perlakuan dari pihak rumah sakit.
Kejadian berawal saat pasangan suami-istri Feni Selvianti (26) dan Muhammad Rauf (27) mendatangi Klinik Pratama Karnaeny pada pukul 08.30 WIB. Ketika itu, Rauf mendampingi istri melakukan kontrol kehamilan. Hasil USG, kata dokter air ketubannya kurang.
"Dan bayi harus dikeluarkan dengan cara operasi caesar," kata Rauf dalam keterangannya, Selasa (10/12).
Rauf mengatakan, dokter yang menangani menawarkan diri untuk membuat rujukan agar melahirkan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Kebetulan si dokter juga bekerja di sana.Rauf bersama istri mendatangi Rumah Sakit Islam Cempaka Putih pada Minggu, 15 September 2024.
Istrinya melakukan operasi caesar pada Senin 16 September 2024. Berdasarkan surat keterangan, bayi lahir pada jam 09.05 WIB.
"Setelah lahir, bayi menangis sangat kencang, istri saya melihat dari atap di ruang operasi melihat belakang kepala bayi, dan punggungnya. Tapi, tidak perlihatkan ke Ibunya dan tidak diberitahu jenis kelamin, berat dan panjangnya bayi," ujar dia.
Rauf mengatakan, sebagai suami kemudian dipanggil oleh perawat untuk masuk ke ruang operasi. Dia diminta untuk mengumandangkan azan bayi tersebut. Tampak bayi dibawa menggunakan alat inkubator dan hidung terpasang alat oksigen di hidung.
"Saya mengazankan bayi, oksigen dibuka dan bayi menangis sangat kencang," ujar dia.
Rauf mengatakan, dia kala itu sempat meminta izin untuk mengabadikan momen bersama si bayi. Awalnya, sempat dihalangi tapi akhirnya diperbolehkan.
"Awalnya tidak boleh, setelah saya memaksa dan bilang saya mau foto dan video anak saya buat laporan ke keluarga bahwa bayi saya sudah lahir, saya diizinkan foto dan video," ujar dia.
Rauf mengatakan, dia sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk menggendong bayi. Tak cuma itu, perawat juga tak memberitahukan jenis kelamin maupun kondisi bayi.
"Dan tidak diberi tahu identitas nama gelang pada Bayi," ujar dia.
Rauf mengatakan, perawat langsung buru-buru membawa bayi ke Ruang NICU. Di sana, dia juga tidak diizinkan untuk masuk ke dalam. Rauf bercerita, sore hari diberitahukan oleh dokter untuk memasang selang ventilator oksigen dimasukin ke mulut bayi.
Dia mengungkapkan, bayi berada di ruang NICU pada Selasa, 17 September 2024. Dia bersama istri dan mertua masih tak izinkan masuk ke Ruang NICU. Saat itu, negosiasi berjalan alot. Dia tak kunjung diperbolehkan masuk ke ruang NICU.
Padahal katanya, kondisi bayi sedang kritis. Rauf akhirnya mendapatkan izin untuk masuk ke dalam ruang NICU. Dia melihat bayinya sudah terpasang banyak peralatan medis, dan banyak terpasang suntikan di area tangan dan area kaki.
Tak lama berselang, dia dikabarkan oleh dokter anaknya telah meninggal pada pukul 10.19 WIB. Rauf mengatakan, pihak rumah sakit menyerahkan bayi dalam kondisi sudah dikafani. Jenazah akan dimakamkan di TPU Semper pada Selasa, 17 September 2024 sore.
Keesokan harinya, dia kembali ke makam anaknya. Dia minta izin untuk membongkar makam anaknya karena kondisi sang istri yang menangis terus.
“Setelah anak saya dimakamkan. Keesokan harinya kita datang ke TPU. Untuk minta mohon TPU untuk bongkar kembali anak saya. Soalnya istri saya minta untuk melihat kembali anaknya," ujar dia.
Rauf mengatakan, makam anaknya pun dibongkar. Dia melihat kondisi jasad bayi. Dia dan istrinya meyakini itu bukanlah anak mereka.
"Badannya besar, dan dari ukuran panjangnya tidak sesuai surat keterangan lahir dari RSIJCP. Di situ, saya dan keluarga saya melihat itu bayi badannya besar. Terus badannya juga panjang, mas. Bukan panjang bayi yang tertulis di surat keterangan lahir, 47 cm. Itu melebihi dari 47," ujar dia.