Update Heboh Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan dan Terima SP 1
Ke depan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan kepada perawat agar bertugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Ibu asal Cimahi, Nina Saleha (37), nyaris kehilangan bayinya karena tertukar di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sebagai sanksi, perawat yang menyerahkan bayi Nina ke orang lain dinonaktifkan dari jabatannya dan dipindah ke bagian yang tak berurusan langsung dengan pasien. Perawat itu juga dikenakan sanksi Surat Peringatan (SP) 1.
"Perawatnya dinonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP1 (Surat Peringatan 1)," kata Direktur Utama RSHS Bandung, dr. Rachim Dinata Marsidi, saat dikonfirmasi pada Jumat (10/4).
Selain itu, Rachim juga mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait peristiwa itu. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan kepada perawat agar bertugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi ke pada orang tuanya yang selama sudah berjalan dengan baik," ucap dia.
Sebelumnya, Nina bercerita peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4). Ketika itu, anaknya yang baru saja dilahirkan hendak pulang usai dimandikan dan dipakaikan baju. Namun, hingga jadwal yang sudah ditentukan, Nina tak kunjung dipanggil oleh pihak rumah sakit untuk membawa anaknya pulang.
Selama menunggu di ruang tunggu, Nina berkenalan dengan seorang wanita yang juga hendak membawa anaknya pulang. Namun, berbeda dengan Nina, wanita itu diminta menunggu lebih lama oleh pihak rumah sakit karena ada masalah pada bagian paru-paru anaknya.
"Katanya ada kebocoran dari paru-parunya," kata dia saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4).
Setelah berbincang singkat dengan wanita itu, Nina memutuskan ke lantai dasar rumah sakit untuk mencari makan karena belum ada juga panggilan dari pihak rumah sakit untuk membawa anaknya.
Namun, tak lama berada di lantai dasar, Nina memutuskan kembali ruang tunggu karena firasatnya tak enak. Benar saja, setibanya di sana, dia mendapati anaknya sudah digendong oleh wanita yang sempat berbincang dengannya di ruang tunggu dan hendak membawa anaknya ke luar area rumah sakit. Dia pun langsung menegur wanita itu.
"Terus sampai saya kaget, kok anak saya, itu kan baju anak saya, selimut anak saya, pas liat mukanya itu mah anak saya, kata saya," ujar dia.
Gelang Bayi Digunting Perawat
Wanita itu mengaku menerima anaknya dari seorang suster. Ketika dicek, gelang yang jadi pertanda anaknya sudah digunting oleh suster itu. Dia sempat bertanya alasan suster itu menggunting gelang anaknya dan menitipkan anaknya ke orang lain tapi tak mendapat jawaban yang memuaskan.
Viral Medsos
"Terus itu gelang tangannya kenapa digunting, kata saya, gitu. Kan jelas ada nama saya," ucap dia.
Setelah ramai dibahas di media sosial, Nina mengaku sudah dihubungi pihak RSHS Bandung. Namun, pihak rumah sakit baru menyampaikan permintaan maaf saja.