Jakarta, Jumat (10/4) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi serius isu bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Insiden ini menjadi sorotan utama Kemenkes untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelayanan pasien di fasilitas kesehatan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa pihak RSHS telah mengunjungi keluarga pasien untuk menyampaikan permohonan maaf. Pihak keluarga pasien juga telah meminta maaf atas viralnya kejadian ini di media sosial yang disebabkan oleh sedikit kesalahpahaman.
Aji mengklarifikasi bahwa insiden tersebut bermula ketika pasien menitipkan bayinya kepada seorang tenaga kesehatan saat mengurus administrasi. Tenaga kesehatan yang bertugas di poli anak tersebut memiliki tanggung jawab yang luas, sehingga penitipan bayi ini sedikit mengganggu pekerjaannya.
Advertisement
Advertisement
Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Saleha (27) membagikan pengalamannya di media sosial mengenai bayinya yang nyaris tertukar. Ia menceritakan bahwa ia sempat meninggalkan anaknya sebentar, namun kemudian merasa ada yang tidak beres dan segera kembali.
Saat kembali, Nina mendapati bayinya sudah digendong oleh orang lain. Ia mengenali bayinya dari baju dan selimut yang dikenakan, yang identik dengan milik anaknya. Ketika memanggil-manggil orang tersebut, ia menyadari bahwa bayi yang digendong adalah anaknya.
Nina kemudian meminta penjelasan dari perawat, yang menyatakan bahwa ia telah memanggil Nina berkali-kali. Karena tidak ada respons, perawat tersebut menyerahkan bayi kepada orang lain. Gelang identitas bayi Nina juga digunting oleh perawat.
Advertisement
Aji Muhawarman menegaskan bahwa kejadian ini merupakan kekhilafan dari perawat di RSHS, bukan tindakan kejahatan atau penculikan. “Jadi tidak ada maksud untuk hal-hal di luar itu, yang ada penculikan atau kejahatan, itu tidak ada maksud itu, memang itu sebenarnya kekhilafan saja yang terjadi dari perawat di sana,” ujarnya.
Advertisement
Kemenkes menekankan bahwa insiden ini harus menjadi pembelajaran penting agar prosedur operasional standar (SOP) dijalankan dengan benar dan disiplin. Selain itu, pasien juga diingatkan untuk tidak sembarangan menitipkan anak kepada petugas yang sedang bertugas.
“Memang ada sedikit kesalahpahaman saja di lapangan dan ini sudah diselesaikan,” kata Aji. Ia menambahkan bahwa insiden ini telah dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat, yang juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh RSHS dalam penanganannya.
Kemenkes terus mendorong seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan pengawasan dan kepatuhan terhadap SOP. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pasien, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan rumah sakit selalu prima.
Advertisement
Sumber: AntaraNews