Hari Kedua Longsor Cisarua Bandung, Tim SAR Kerahkan Drone dan Anjing Pelacak
Berdasarkan pemetaan tersebut, operasi pencarian kemudian dibagi ke dalam sejumlah sektor.
Operasi pencarian korban tertimbun longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memasuki hari kedua, pada Minggu (25/1). Berbeda dengan hari pertama yang disertai guyuran hujan, cuaca di hari kedua operasi lebih memudahkan pencarian.
Hal ini memungkinakan timn SAR gabungan bergerak lebih leluasa, menyisir titik-titik yang diyakini masih menyimpan tubuh warga di balik timbunan material longsor.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, tim SAR telah melakukan asesmen awal secara menyeluruh, mulai dari mahkota longsor hingga ke bagian lidah longsoran. Berdasarkan pemetaan tersebut, operasi pencarian kemudian dibagi ke dalam sejumlah sektor.
"Saat ini yang sudah tergabung dalam tim SAR adalah lebih dari 250 personel terlatih, dan untuk tim operasi pendukung ada sekitar 450 personel," kata Syafii saat ditemui, di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu, Minggu (25/1).
Drone Dimanfaatkan
Selain mengandalkan kekuatan personel, operasi SAR juga diperkuat dengan dukungan sarana dan prasarana. Unsur udara dilibatkan melalui pemanfaatan drone, sementara unsur darat disokong dengan pengerahan alat berat.
"Untuk udara, kita menggunakan 12 drone yang sudah terdata. Begitu juga unsur darat, mulai dari personel hingga alat berat. Namun, alat berat belum dipastikan sepenuhnya bisa digunakan karena kondisi medan yang berupa longsoran bubur pasir, yang masih sangat rawan," jelas dia.
Syafii menambahkan, upaya optimalisasi pencarian korban turut didukung melalui modifikasi cuaca. Kondisi cuaca yang stabil dinilai menjadi faktor penting agar operasi SAR dapat berjalan maksimal.
"Kita juga mengerahkan K9 dari Polri dan TNI untuk membantu proses pencarian korban. Mudah-mudahan cuaca mendukung, karena sudah dilakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB," ujar Syafii.
Sebelumnya, bencana longsor dahsyat melanda lereng Gunung Burangrang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu dini hari. Peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sebelumnya.