Harga LPG Nonsubsidi Naik, KDM Sarankan Warga Beralih ke Kayu Bakar dan Kotoran Sapi
Bagi warga yang tinggal di perkampungan, mereka dapat beralih menggunakan kayu bakar.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi atau yang dikenal KDM, memberikan tanggapan soal keputusan PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga tabung gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram.
Dalam menyikapi kenaikan tersebut, Dedi mendorong agar warga Jabar menggunakan energi alternatif selain gas elpiji. Bagi warga yang tinggal di perkampungan, mereka dapat beralih menggunakan kayu bakar.
"Kita di daerah mendorong untuk masyarakat menggunakan energi yang lainnya, bukan hanya menggunakan elpiji, tapi juga bisa menggunakan, misalnya di daerah perkampungan, banyak kayu bakar, pakai kayu bakar," kata dia usai rapat paripurna dalam memperingati HUT ke-385 Kabupaten Bandung di DPRD Kabupaten Bandung pada Senin (20/4).
Dedi Mencontohkan Kotoran Sapi
Selain itu, Dedi mencontohkan kotoran sapi yang dapat diolah menjadi berbagai macam energi seperti gas hingga listrik. Pada intinya, dia menekankan warga harus menyesuaikan kebutuhan dengan tingkat kemampuannya masing-masing.
"Kita harus berusaha menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita, dan saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas," ucap dia.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga tabung gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram menjadi Rp 228 ribu atau naik 18,75 persen. Sementara itu, harga tabung gas elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram naik menjadi Rp107 ribu.