Pertamina Tambah 133 Ribu Tabung LPG Subsidi di Bali Jelang Libur Isra Mikraj
Jelang libur panjang Isra Mikraj, Pertamina Patra Niaga menambah 133 ribu tabung LPG subsidi di Bali untuk memastikan ketersediaan dan memenuhi lonjakan permintaan masyarakat.
Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah antisipatif dengan menambah pasokan gas elpiji subsidi di wilayah Bali. Penambahan ini dilakukan menjelang libur panjang Isra Mikraj yang bertepatan dengan akhir pekan. Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan.
Sekitar 133.000 tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi ditambahkan ke pasokan reguler di seluruh Bali. Jumlah ini setara dengan 50 persen dari rata-rata penyaluran harian LPG ukuran tiga kilogram. Peningkatan pasokan ini diharapkan dapat memenuhi lonjakan permintaan yang diperkirakan terjadi selama periode liburan.
Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, menyatakan bahwa stok BBM dan LPG dipastikan aman serta tercukupi. Seluruh infrastruktur penyaluran juga telah disiagakan untuk mendukung kelancaran distribusi.
Antisipasi Kebutuhan dan Jaminan Ketersediaan LPG Subsidi
Penambahan 133.000 tabung LPG subsidi ini merupakan upaya proaktif Pertamina Patra Niaga dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Langkah ini diambil mengingat potensi peningkatan konsumsi LPG oleh masyarakat Bali selama libur panjang Isra Mikraj. Ketersediaan stok yang memadai menjadi prioritas utama untuk mencegah kelangkaan.
Alokasi tambahan ini tidak termasuk dalam penyaluran reguler harian yang telah berjalan. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk melayani kebutuhan energi masyarakat secara optimal. Penyaluran reguler di Bali mencapai sekitar 266.000 tabung per hari melalui 123 agen dan 5.000 pangkalan.
Ahad Rahedi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan LPG di Bali. Stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan.
HET dan Imbauan Penggunaan LPG Tepat Sasaran
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk LPG 3 kilogram sebesar Rp18.000 per tabung. Ketentuan ini diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022. Masyarakat diimbau untuk membeli LPG subsidi hanya di pangkalan resmi sesuai dengan HET yang berlaku.
Ahad Rahedi juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu kebenarannya. Kekhawatiran yang tidak berdasar dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Penting bagi masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum bertindak.
Selain itu, Pertamina mengingatkan bahwa LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus bagi masyarakat miskin. Masyarakat mampu diharapkan untuk menggunakan LPG non-subsidi, seperti Bright Gas. Penggunaan LPG sesuai peruntukannya membantu memastikan subsidi tepat sasaran.
Gambaran Kuota dan Jaringan Distribusi LPG Bali
Pada tahun 2025, Bali mendapatkan kuota LPG subsidi sebanyak 231.192 metrik ton. Angka ini menunjukkan besarnya alokasi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Pulau Dewata. Pertamina memastikan penyaluran sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Rata-rata penyaluran bulanan LPG di Bali mencapai 19.835 metrik ton. Sementara itu, rata-rata penyaluran harian mencapai 798 metrik ton atau setara dengan 266.000 tabung per hari. Data ini menggambarkan kapasitas distribusi yang besar untuk melayani seluruh wilayah Bali.
Proses penyaluran LPG subsidi di Bali didukung oleh jaringan yang luas. Penyaluran dilakukan melalui 123 agen resmi yang tersebar di seluruh Bali. Selanjutnya, agen-agen ini mendistribusikan LPG ke sekitar 5.000 pangkalan untuk memastikan akses mudah bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews