Pertamina Pastikan Stok LPG Aman di Banyuwangi dan Sekitarnya Selama Libur Isra Mikraj
PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menambah Stok LPG Pertamina Banyuwangi dan wilayah IT BBM/LPG sekitarnya hingga 54 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Isra Mikraj 2026.
PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin ketersediaan pasokan energi. Hal ini dilakukan menjelang dan selama periode libur panjang Isra Mikraj 1447 Hijriah/2026. Pertamina secara signifikan menambah persediaan Stok LPG Pertamina Banyuwangi dan wilayah Integrated Terminal (IT) BBM/LPG sekitarnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penambahan stok LPG tabung 3 kilogram ini mencapai sekitar 54 persen dari konsumsi harian normal di wilayah tersebut. Fokus utama penambahan berada di area operasional Integrated Terminal BBM/LPG Banyuwangi, yang secara geografis mencakup Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi itu sendiri. Total penambahan pasokan mencapai 95.760 tabung LPG 3 kg, menunjukkan komitmen Pertamina dalam melayani kebutuhan energi.
Ahad Rahedi, selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, memberikan konfirmasi terkait upaya ini. Ia menegaskan bahwa persediaan elpiji dipastikan aman dan kebutuhan masyarakat akan tercukupi dengan baik selama libur panjang Isra Mikraj. Langkah ini diambil secara strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan yang biasa terjadi pada periode liburan.
Peningkatan Stok LPG di Berbagai Wilayah IT Banyuwangi
Secara lebih detail, penambahan Stok LPG Pertamina Banyuwangi dan area sekitarnya telah didistribusikan secara proporsional berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah. Di Kabupaten Banyuwangi sendiri, penambahan stok elpiji mencapai 34.720 tabung. Jumlah ini merupakan peningkatan signifikan dari normal harian yang berada di angka 63.616 tabung.
Kabupaten Situbondo juga mendapatkan alokasi tambahan sebanyak 11.760 tabung, dari rata-rata normal harian 23.722 tabung. Sementara itu, untuk wilayah Bondowoso, terdapat penambahan 11.200 tabung dari normal harian 20.810 tabung. Distribusi yang merata ini bertujuan untuk menghindari kelangkaan di titik-titik vital.
Tidak ketinggalan, Kabupaten Jember menerima alokasi tambahan yang cukup besar, yaitu 38.080 tabung. Ini merupakan peningkatan dari normal harian 77.325 tabung LPG 3 kg. Total penambahan 95.760 tabung ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan penyaluran fakultatif, sebuah mekanisme tambahan di luar penyaluran reguler.
Strategi Antisipasi Kebutuhan dan Edukasi Penggunaan LPG
Ahad Rahedi turut menjelaskan bahwa LPG kerap menjadi produk primadona yang banyak digunakan masyarakat selama momen libur panjang, termasuk Isra Mikraj. Oleh karena itu, Pertamina telah melakukan berbagai mitigasi untuk menghadapi potensi lonjakan permintaan ini. Penyaluran fakultatif dilaksanakan sebagai strategi penting untuk memastikan ketersediaan pasokan.
Selain fokus pada ketersediaan LPG, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus juga memberikan perhatian khusus pada layanan Bahan Bakar Minyak (BBM). Perusahaan ini secara rutin melaksanakan build up stock sesuai dengan kebutuhan pasar. Pengecekan SPBU dilakukan secara intensif, termasuk pemeriksaan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM untuk menjaga standar pelayanan.
Ahad Rahedi juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan LPG sesuai peruntukannya. Ia mengingatkan bahwa LPG 3 kg adalah produk subsidi yang ditujukan khusus bagi masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih diimbau untuk menggunakan LPG non-subsidi, seperti Brightgas, agar subsidi tepat sasaran.
Sumber: AntaraNews