Pertamina Tambah 75 Persen LPG 3 Kg di Bali Jelang Imlek dan Ramadan 2026
Pertamina Patra Niaga melakukan penambahan pasokan LPG 3 Kg di Bali hingga 75 persen dari konsumsi harian, mengantisipasi lonjakan permintaan jelang Imlek dan Ramadan 2026.
Pertamina Patra Niaga mengambil langkah proaktif dengan menambah pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran tiga kilogram di Bali. Penambahan ini mencapai 75 persen dari rata-rata konsumsi harian, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap lonjakan permintaan yang diperkirakan terjadi menjelang libur Imlek dan awal Bulan Puasa 2026.
Sebanyak 202 ribu tabung LPG subsidi disalurkan sebagai tambahan di luar penyaluran reguler, yang dikenal sebagai penyaluran fakultatif. Penambahan ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan energi rumah tangga selama periode libur panjang. Rata-rata konsumsi harian LPG subsidi di Pulau Dewata sendiri mencapai 268.174 tabung per hari.
Manajer Komunikasi, Relasi, dan CSR Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyatakan mitigasi telah dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena stok energi dipastikan aman dan tercukupi.
Detail Penambahan dan Distribusi LPG Subsidi di Bali
Penambahan pasokan LPG 3 Kg oleh Pertamina Patra Niaga difokuskan pada wilayah dengan konsumsi tertinggi di Bali. Kota Denpasar, yang memiliki konsumsi harian hampir 60 ribu tabung, mendapatkan tambahan fakultatif sebanyak 53.760 tabung. Ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan di area padat penduduk.
Selain Denpasar, wilayah Buleleng dan Gianyar juga menjadi prioritas dalam distribusi LPG subsidi. Gianyar menerima tambahan sebanyak 28 ribu tabung, sementara Badung mendapatkan 26.320 tabung. Penyaluran tambahan ini diharapkan dapat merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Pertamina juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dengan menambah stok sesuai kebutuhan dan pengecekan sarana dan fasilitas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus dilakukan. Aspek kuantitas dan kualitas BBM menjadi perhatian utama untuk menjamin pelayanan optimal kepada konsumen.
Imbauan Pertamina untuk Konsumsi Energi yang Bijak
Ahad Rahedi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian LPG secara berlebihan. Stok energi nasional, khususnya di Bali, berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama libur panjang. Masyarakat diminta untuk membeli sesuai dengan kebutuhan riil mereka.
Pertamina juga mengingatkan pentingnya penggunaan LPG sesuai peruntukannya. LPG subsidi ukuran tiga kilogram ditujukan khusus bagi masyarakat kurang mampu. Sementara itu, masyarakat mampu dianjurkan untuk menggunakan LPG non-subsidi, seperti Bright Gas berwarna merah muda, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan subsidi.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Kekhawatiran yang tidak berdasar dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan. Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan dan distribusi energi yang adil dan merata.
Sumber: AntaraNews