Harga Daging Sapi Jaksel Stabil Jelang Imlek, Pemerintah Perketat Pengawasan
Jelang perayaan Imlek, harga daging sapi di sejumlah pasar Jakarta Selatan (Jaksel) terpantau stabil, didukung pengawasan ketat pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
Harga daging sapi di beberapa pasar di Jakarta Selatan menunjukkan stabilitas menjelang perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini. Kondisi ini terpantau melalui monitoring yang dilakukan oleh Dinas terkait untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Kepala Seksi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Sandri, menyatakan bahwa harga daging sapi berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata sebelumnya yang Rp130 ribu, namun masih dianggap stabil dalam konteks persiapan hari besar keagamaan. Monitoring ini juga melibatkan Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan.
Pengawasan harga ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang meminta seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) melarang jagal sapi menaikkan harga. Kebijakan ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan menjamin pasokan pangan yang aman serta berkualitas. Pemerintah berupaya keras agar tidak terjadi gejolak harga menjelang Imlek dan Ramadhan 1447 Hijriah.
Pengawasan Harga dan Ketersediaan Daging Sapi di Jaksel
Monitoring harga daging sapi dilakukan secara intensif di berbagai lokasi, termasuk PD Pasar Jaya Kebayoran Lama dan Ranch Market Kemang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (10/2) untuk memantau langsung kondisi di lapangan dan memastikan tidak ada praktik penimbunan. Tujuan utama pengawasan ini adalah menjaga agar tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar di pasar-pasar Jakarta Selatan.
Sandri menjelaskan bahwa bagian daging sapi yang paling diminati masyarakat adalah paha dalam dan paha belakang. Permintaan yang tinggi untuk bagian-bagian tertentu ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menjaga stabilitas pasokan. Ketersediaan bagian-bagian favorit ini menjadi prioritas agar kebutuhan konsumen di Jaksel dapat terpenuhi dengan baik.
Pemerintah berharap melalui monitoring berkelanjutan, perlindungan terhadap masyarakat dalam hal pangan ternak dapat terus ditingkatkan. Upaya ini mencakup penyediaan daging yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Kualitas dan keamanan pangan menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan untuk menjaga harga daging sapi tetap stabil.
Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Pangan Nasional
Langkah-langkah pengawasan harga daging sapi merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Ini terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek dan Ramadhan 1447 Hijriah. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup di pasar dan mencegah fluktuasi harga yang merugikan konsumen.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah berupaya mengendalikan harga-harga bahan pokok lainnya di seluruh wilayah ibu kota. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah kenaikan harga yang signifikan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Ketersediaan pangan untuk hari-hari besar seperti Imlek, Nyepi, Ramadhan, dan Idul Fitri di Jakarta saat ini dilaporkan dalam kondisi aman. Cadangan pangan yang mencukupi menjadi jaminan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa kekurangan pasokan. Hal ini memberikan ketenangan bagi konsumen menjelang perayaan penting dan memastikan stabilitas harga daging sapi.
Sumber: AntaraNews