Bapanas Pastikan Harga Daging Sapi di Pasar Kosambi Sesuai HAP Jelang Lebaran 2026
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) menjelang Lebaran 2026, menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengonfirmasi bahwa harga daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, masih berada dalam batas Harga Acuan Penjualan (HAP). Kepastian ini disampaikan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pangan nasional serta daya beli masyarakat yang akan merayakan hari besar.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pemerintah terus memantau komoditas daging sapi. Pemantauan intensif ini bertujuan untuk mengendalikan fluktuasi harga di pasaran. Daging sapi merupakan salah satu komoditas yang sangat diminati masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Untuk memastikan kepatuhan harga, Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat telah melakukan inspeksi. Tim Satgas turun langsung meninjau kondisi harga di Pasar Kosambi, Bandung. Inspeksi ini menargetkan laporan harga daging sapi yang sempat dikabarkan mencapai Rp160.000 per kilogram.
Temuan Bapanas di Pasar Kosambi Terkait Harga Daging Sapi
Hasil inspeksi Bapanas menunjukkan bahwa pedagang daging sapi di Pasar Kosambi masih menjual produk mereka sesuai HAP tingkat konsumen. Meskipun sempat ada kabar mengenai kenaikan harga, fakta di lapangan membuktikan sebaliknya. Ketut Astawa menjelaskan bahwa daging sapi yang dijual melebihi HAP umumnya adalah daging kualitas premium.
Daging premium ini memiliki karakteristik tanpa lemak dan berada di luar ketentuan harga pemerintah. Sementara itu, daging sapi yang diatur dalam ketentuan pemerintah adalah kualitas medium. Daging kualitas medium ini masih memiliki sedikit lemak menempel pada bagian daging.
Harga Acuan Penjualan (HAP) untuk daging sapi sesuai ketentuan pemerintah adalah Rp140.000 per kilogram. Ketut Astawa menambahkan bahwa kondisi harga dan stok di Pasar Kosambi relatif bagus. Pedagang juga masih menyediakan daging sapi yang dijual sesuai HAP, berkisar antara Rp130.000 hingga Rp140.000.
Peran Satgas Saber Pangan Jabar dalam Stabilisasi Harga Daging Sapi
Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, membenarkan hasil inspeksi tersebut. Ia menyatakan bahwa harga daging sapi di Pasar Kosambi sesuai ketentuan pemerintah, khususnya untuk potongan paha depan dan paha belakang yang mengikuti HAP. Satgas Saber Pangan Jawa Barat turut memastikan hal ini.
Kombes Wirdhanto menjelaskan bahwa beberapa pedagang melakukan pembersihan gajih atau lemak pada daging sapi. Proses ini menghasilkan daging yang lebih bersih dan dipilih, kemudian dipasarkan sebagai daging sapi pilihan setara kualitas premium. Ini menunjukkan adanya permintaan pasar untuk daging dengan kualitas tertentu.
Meskipun demikian, pedagang tetap menyediakan daging sapi kualitas standar dengan harga sesuai HAP. Harga ini berkisar sekitar Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai kualitas daging sapi tetap terpenuhi menjelang Lebaran.
Imbauan dan Tujuan Stabilisasi Harga Daging Sapi Jelang Lebaran
Fakta yang ditemukan tim Satgas adalah pedagang di Pasar Kosambi kerap melakukan pemrosesan daging sapi. Pembersihan tempelan lemak dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan daging premium. Namun, masyarakat masih dapat membeli daging sapi kualitas standar dengan harga yang diatur pemerintah.
Satgas Saber Pangan Jawa Barat juga telah memberikan imbauan intensif kepada para pedagang Pasar Kosambi. Imbauan ini agar pedagang senantiasa menaati harga jual yang sesuai ketetapan pemerintah. Kepatuhan ini penting untuk menjaga iklim perdagangan yang sehat dan adil.
Kombes Wirdhanto menegaskan bahwa tujuan utama dari semua upaya ini adalah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman. Masyarakat tidak perlu terbebani oleh fluktuasi harga pangan pokok yang tidak terkendali. Stabilitas harga daging sapi menjadi prioritas pemerintah.
Sumber: AntaraNews