Stok Daging Sapi Mataram Aman Hingga Lebaran 2026, Distan Imbau Masyarakat Tidak Panik
Dinas Pertanian Kota Mataram menjamin ketersediaan Stok Daging Sapi Mataram aman dan mencukupi hingga Lebaran 2026. Masyarakat diminta tidak panik buying di tengah lonjakan permintaan.
Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan stok daging sapi segar di wilayahnya aman. Ketersediaan ini mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026. Kepala Distan Kota Mataram, H Lalu Johari, meminta masyarakat tidak perlu panik. Ia juga mengimbau agar tidak melakukan pembelian daging secara berlebihan.
Pernyataan ini disampaikan di Mataram pada Sabtu, 28 Februari 2026. Jaminan ketersediaan ini bertujuan menenangkan konsumen. Hal ini juga untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Meskipun terjadi peningkatan pemotongan sapi menjelang Ramadhan, pasokan tetap terkendali. Distan Kota Mataram terus memantau distribusi dan harga. Ini memastikan kebutuhan daging sapi Mataram terpenuhi dengan baik.
Ketersediaan Stok Daging Sapi Mataram Terjamin
Berdasarkan data Distan Kota Mataram, populasi sapi di peternak lokal tercatat sekitar 1.048 ekor. Untuk menopang kebutuhan, sapi yang dipotong di dua rumah potong hewan (RPH) berasal dari peternak di kabupaten/kota penyangga. Pasokan juga datang dari Pulau Lombok serta Pulau Sumbawa.
Hampir setiap hari, Distan Kota Mataram menandatangani rekomendasi untuk pemasukan dan pemotongan ternak. Ini menunjukkan upaya berkelanjutan dalam menjaga ketersediaan stok daging sapi Mataram. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan.
H Lalu Johari menegaskan bahwa stok daging sapi Mataram tetap aman. Meskipun ada peningkatan permintaan, mekanisme pasokan telah disiapkan. Ini menjamin kecukupan hingga puncak perayaan Lebaran.
Peningkatan Pemotongan Sapi Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Sejak H-1 Ramadhan 1447 Hijriah, terjadi peningkatan pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram. RPH Majeluk dan RPH Sekarbela mengalami kenaikan aktivitas. Kondisi ini masih dinilai aman dan terkendali.
Kenaikan pemotongan sapi di kedua RPH mencapai 4-6 ekor per hari. Hal ini disebabkan oleh animo masyarakat yang tinggi untuk membeli daging sapi. Daging digunakan untuk kebutuhan menu berbuka dan sahur.
Pada hari normal, pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram berkisar 60-70 ekor per hari. Kini, jumlah tersebut naik menjadi 66-74 ekor per hari. Masing-masing RPH biasanya memotong sekitar 30-35 ekor sapi per hari. Namun, sejak H-1 Ramadhan, terjadi kenaikan 2-3 ekor per hari di setiap RPH.
Peningkatan pemotongan ternak sapi ini masih dianggap wajar. Kenaikan signifikan biasanya akan terjadi pada H-1 Idul Fitri. Pada saat itu, jumlah pemotongan di dua RPH bisa mencapai 100 hingga 140 ekor. Masing-masing RPH diperkirakan memotong 50-70 ekor sapi.
Stabilitas Harga Daging Sapi Mataram Terjaga
Selain ketersediaan, stabilitas harga daging sapi di Kota Mataram juga menjadi perhatian. H Lalu Johari menyatakan harga yang beredar saat ini relatif stabil. Kenaikan maksimal hanya sekitar Rp10.000.
Fluktuasi harga yang terjadi dianggap wajar. Hal ini mengingat tingginya permintaan pasar. Permintaan meningkat selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri.
Dengan jaminan stok melimpah dan harga terkendali, masyarakat diharapkan tenang. Mereka dapat menjalani ibadah puasa tanpa khawatir kekurangan pasokan. Ini memastikan pengalaman berbelanja daging sapi Mataram yang nyaman.
Sumber: AntaraNews