Gubernur Pramono Sebut Pasokan Bahan Pangan Jelang Imlek dan Ramadan Tetap Aman
Tetapi, ia tak menampik ketersediaan daging di DKI Jakarta biasanya mengalami lonjakan permintaan saat hari besar keagamaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pasokan bahan pangan di ibu kota tetap terjaga menghadapi Imlek dan Ramadan.
Meskipun, sejumlah wilayah sempat menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir ini. Namun, dirinya tak menampik ketersediaan daging di DKI Jakarta biasanya mengalami lonjakan permintaan saat hari besar keagamaan.
"Mudah-mudahan menyambut Imlek, puasa, dan lebaran persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi persoalan, termasuk daging. Jadi sekarang juga kita sudah mempersiapkan untuk itu," kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (4/2).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan persiapan untuk pengamanan stok bahan pangan sejak dini. Termasuk komunikasi dengan daerah pemasok pangan.
"Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia yang mereka mensuplai ke Jakarta untuk urusan pangan," kata dia.
Daging Sapi Meroket
Sebelumnya, harga daging sapi di pasar eceran wilayah DKI Jakarta mengalami lonjakan tajam hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram (Kg).
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok penyebab di balik meroketnya harga daging sapi itu karena adanya fluktuasi harga yang cukup signifikan di level pedagang pasar. Lonjakan ini disebut merupakan dampak domino dari kenaikan harga di tingkat hulu yang tidak terkendali.
"Memang saat ini ada kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7 persen hingga 15 persen, dengan harga mencapai Rp150.000/kg. Hal ini dipicu oleh tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Bapanas," kata Hasudungan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Hasudungan mengatakan, guna meredam gejolak kenaikan harga, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan sejumlah langkah intervensi strategis. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran BUMD pangan, Perumda Dharma Jaya, untuk membanjiri pasar dengan pasokan sapi yang lebih terjangkau.
4 Langkah Tekan Gejolak Kenaikan Harga Pangan
Hasudungan memerinci, ada empat langkah yang sedang dijalankan Pemprov DKI, yakni jaminan operasional dengan memastikan seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) tetap beroperasi normal tanpa ada tambahan biaya pemeriksaan yang bisa membebani harga jual.
Kedua, melakukan intervensi harga, di mana Perumda Dharma Jaya telah menyalurkan sapi dengan harga Rp54.000/kg berat hidup untuk menekan margin harga pasar.
Ketiga, menyediakan daging sapi khusus seharga Rp35.000/kg yang ditargetkan untuk 1 juta masyarakat penerima subsidi pangan di Jakarta.
Keempat, menggelar gerakan Pasar Murah. Di sini qarga dapat mengakses daging sapi dengan rentang harga Rp109.000 hingga Rp139.000/kg melalui titik-titik pasar murah yang dikelola BUMD.