Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan ketersediaan bahan pangan di ibu kota dalam kondisi aman, meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir akibat situasi global. Pernyataan itu disampaikan Pramono saat merespons kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti telur, daging, dan beras, yang mulai dirasakan masyarakat.
Menurutnya, kondisi di Jakarta masih terkendali sehingga warga tidak perlu menyikapinya secara berlebihan.
“Yang paling penting kami sampaikan kepada masyarakat, jangan panik untuk berbelanja berlebihan karena Jakarta stoknya sampai dengan hari ini mencukupi,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Rabu (8/4/2026).
Advertisement
Pramono menjelaskan, kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan seperti beras, cabai, telur, dan daging merupakan kondisi yang kerap terjadi dari waktu ke waktu. Ia menilai dinamika harga tersebut sudah menjadi bagian dari situasi yang biasa ditangani oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut dia, pemerintah daerah telah memiliki pengalaman dan mekanisme untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak membebani masyarakat.
Advertisement
Meski demikian, Pramono mengakui masih ada beberapa komoditas yang berada di luar kendali langsung Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya adalah plastik, yang sangat bergantung pada kebijakan dan pasokan dari pemerintah pusat.
“Kalau plastik, jujur terus terang memang pemerintah daerah tentunya Pemerintah DKI Jakarta sebisa mungkin menahan itu, tetapi berbeda dengan kasus yang berkaitan dengan telur, beras, daging, itu adalah hal yang dari waktu ke waktu yang sudah biasa ditangani oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta,” jelasnya.
Advertisement
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Pramono menegaskan Pemprov DKI siap melakukan intervensi melalui berbagai langkah, termasuk menggelar pasar murah.
Langkah tersebut akan dilakukan apabila harga sejumlah komoditas dinilai sudah berada di luar batas kewajaran.
“Kalau yang untuk beras, kemudian cabai, daging, Pemerintah DKI Jakarta dengan cepat bisa melakukan pasar murah. Kalau memang nanti kami melihat bahwa harganya sudah di luar kewajaran, kami pasti akan melakukan intervensi,” ucap Pramono.