Mentan Dukung Penuh Inovasi Pakan Ayam Probiotik IPB, Siap Dibawa ke Presiden
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungan terhadap inovasi pakan ayam probiotik IPB. Jika memenuhi target, inovasi ini siap dibawa ke Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan dukungan penuh terhadap inovasi pakan ayam probiotik yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Dukungan ini merupakan langkah strategis untuk memajukan sektor peternakan nasional.
Inovasi ini, hasil riset peneliti IPB University Ivan Taufik Nugraha, berfokus pada pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi. Tujuannya adalah mendukung hilirisasi peternakan serta meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia.
Mentan Amran bahkan menyatakan kesiapannya untuk membawa inovasi ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut akan dilakukan apabila pakan probiotik ini berhasil mencapai target yang ditetapkan.
Dukungan Penuh Pemerintah untuk Hilirisasi Inovasi Peternakan
Dalam kunjungannya ke Science Techno Park IPB di Bogor, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya riset yang berorientasi solusi nyata. Riset juga harus mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat luas.
Ia menyoroti potensi besar pengembangan ayam unggul berbasis riset IPB, termasuk upaya percepatan pertumbuhan ayam kampung. Pemerintah siap mendukung hilirisasi inovasi, termasuk menyerap hasil riset dalam skala besar.
“Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu. Ini peluang besar,” ujar Mentan Amran. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan inovasi berhenti di laboratorium.
Dengan dukungan ini, para peneliti diharapkan mendapat kepastian bahwa setiap inovasi akan benar-benar menjadi solusi. Inovasi pakan ayam probiotik ini diharapkan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat peternak.
Keunggulan Inovasi Pakan Ayam Probiotik IPB: Efisiensi dan Kesehatan
Peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, menjelaskan bahwa pakan probiotik yang dikembangkannya dirancang sangat efisien. Pakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ayam secara menyeluruh.
Inovasi pakan ini juga mampu mempercepat pertumbuhan ayam serta mendongkrak produksi telur. Dampak signifikan terlihat pada efisiensi konsumsi pakan dan peningkatan produktivitas hewan ternak.
“Pakannya enggak terlalu banyak, satu bisa meningkatkan kesehatan pencernaannya. Lalu yang kedua bisa meningkatkan bobot badan dengan cepat, dan bisa menambah massa dari telur ayam," jelas Ivan. "Biasanya bobot telur bisa nambah 20 sampai 30 persen,” tambahnya.
Keunggulan pakan ayam probiotik ini menjadi angin segar bagi peternak. Mereka bisa mendapatkan hasil panen lebih optimal dengan biaya operasional yang lebih terkontrol.
Solusi Atasi Koksidiosis dan Percepat Pertumbuhan Ayam Kampung
Salah satu tantangan utama dalam budidaya ayam adalah serangan penyakit koksidiosis, yang sering menyebabkan diare parah. Penyakit ini bahkan bisa mengakibatkan kematian massal dalam satu kandang.
Untuk mengatasi masalah tersebut, riset pakan probiotik kini diarahkan pada formulasi pakan berbasis antikoksi. Tujuan utamanya adalah mencegah ayam sakit dan meningkatkan daya tahan tubuh mereka.
“Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang. Dengan adanya antikoksi ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” terang Ivan.
Lebih jauh, inovasi ini juga menyasar peningkatan performa ayam kampung yang dikenal memiliki pertumbuhan lambat. Ivan optimistis pertumbuhan ayam kampung dapat dipacu signifikan dengan nutrisi tepat.
“Harapannya ayam kampung bisa meningkatkan bobot badannya lebih cepat. Jadi seperti yang Pak Menteri bilang, dalam 40 harian bisa mencapai satu kilogram,” imbuhnya.
Optimalisasi Penyerapan Nutrisi dan Perbaikan Lingkungan Kandang
Ivan Taufik Nugraha juga menyoroti pentingnya optimalisasi sistem pencernaan ayam sebagai kunci utama peningkatan produktivitas. Selama ini, banyak nutrisi yang tidak terserap optimal.
Hal ini ditandai dengan bau menyengat pada kandang, yang mengindikasikan protein tidak tercerna sempurna. Pakan probiotik ini hadir sebagai solusi untuk masalah tersebut.
“Sebetulnya yang kita lihat, ketika kandang bau, artinya proteinnya tidak terserap dengan optimal. Nah, dengan adanya tambahan probiotik dalam produk kami, nutrisi bisa diserap lebih banyak,” ungkap Ivan.
Probiotik bekerja hingga ke tingkat vili usus, meningkatkan penyerapan nutrisi secara maksimal. Ini berdampak langsung pada efisiensi pakan dan kualitas lingkungan kandang yang lebih baik.
“Masuk ke vili-vili usus, kemudian diserap. Saat keluar, aromanya berkurang karena proteinnya terserap secara maksimal,” pungkas Ivan.
Sumber: AntaraNews