Genjot Roda Ekonomi Warga, Maruarar Rencanakan Piala Presiden 2026 Libatkan Lebih Banyak Tim
Digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, turnamen ini diharapkan bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, melihat gelaran turnamen pramusim ini bukan cuma soal sepak bola. Bagi Ara, sapaan akrabnya, kompetisi ini juga jadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, turnamen ini diharapkan bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Dengan keterlibatan lebih banyak tim asing.
"Yang diharapkan ekonomi bergerak, dan sportivitas bisa tetap terjaga. Sekarang kan sudah ada dua klub asing ya, sebelumnya nggak pernah ada. Ada Oxford dari Inggris, ada Port FC Thailand, doain ke depan, ada lagi," kata pria yang akrab disapa Ara, pasca konferensi pers Piala Presiden 2025, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (11/7).
Antusiasme penonton jadi salah satu sorotan. Stadion selalu ramai, tak hanya di Bandung, tapi juga untuk laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
"Lihat antusias masyarakat sendirinya, kan bisa menjadi hiburan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Director Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad menyebut dua pertandingan terakhir bakal jadi penutup yang seru. Laga final mempertemukan dua tim asing: Oxford United vs Port FC.
Kendati begitu, ia menyebut, perebutan posisi 3 pun tak bakal kalah seru.
"Untuk nanti hari Sabtu dan hari Minggu, hari Sabtu akan ada perebutan juara tiga ya, itu antara India Indonesia Allstar melawan Dewa United,” kata Harsiwi.
“Dua-duanya menurut saya keren, dan saat ini Dewa United juga permainannya bagus banget, apalagi kalau Liga Indonesia Allstar, pastinya keren karena kan banyak pemain-pemain top ada di situ," imbuhnya.
Ia menyebut Piala Presiden tahun ini jadi tontonan paling menyedot perhatian dalam 7 tahun terakhir. Meski hanya diikuti enam tim dan memainkan delapan pertandingan, semuanya masuk dalam 20 besar program televisi paling banyak ditonton sejak 6–11 Juli.
"Artinya memang Piala Presiden itu ditunggu-tunggu oleh seluruh pemirsa Indonesia, seluruh penggemar bola Indonesia, tapi juga sekaligus ini adalah pre-season yang paling besar di Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir di kesempatan sama, menanggapi kegagalan Persib melaju ke final dengan nada ringan. Ia menyebut, Persib justru ingin memberi ruang bagi tim tamu untuk bersinar.
“Persib tidak masuk final, bukan Persib tidak hebat, tetapi Persib pada saat ini sangat menghormati para tamu. Jangankan juara ke satu, juara ketiga saja Persib tidak ambil, karena tuan rumah yang baik adalah tuan rumah yang selalu membahagiakan para tamu," jelas dia dengan nada berseloroh.
Dedi juga melihat turnamen ini sebagai hiburan yang pas di masa libur sekolah. Anak-anak bisa nonton bola yang seru, penuh teknik, dan tetap menjunjung sportivitas.
Ia pun mengapresiasi semua pihak, termasuk peran besar Menhan Prabowo Subianto yang dinilainya ikut andil menyukseskan gelaran ini.
Tak ketinggalan, Dedi menyoroti dampak ekonomi yang terasa langsung bagi masyarakat, terutama yang berada di sekitar Stadion Si Jalak Harupat.
“Para pedagang bisa lakukan jualannya, angkot-angkot ada penumpangnya, ojek-ojek, ojek online dan ojek pangkalan kebahagiaan narik, kemudian tukang sapu ada ordernya, tiket ada bagiannya, semuanya, keamanan hari ini juga bekerja dengan baik,” kata Dedi.