Gelondongan Kayu Berbarcode Kemenhut Terhempas di Pesisir Barat, Asal Kapal Tongkang Sumbar
Pada sejumlah batang kayu itu masih tampak label identifikasi berupa barcode dan kode produksi.
Gelondongan kayu berukuran besar yang terhempas ke Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, diketahui berasal dari kapal tongkang yang karam. Pada sejumlah batang kayu itu masih tampak label identifikasi berupa barcode dan kode produksi.
Beberapa potongan kayu terlihat masih menempelkan barcode dengan nomor registrasi, lengkap dengan logo Kementerian Kehutanan serta nama perusahaan PT Minas Pagai Lumber.
Menurut Zainal, salah satu nelayan setempat, awalnya hampir semua kayu memiliki stiker identitas, namun lambat laun sebagian besar sudah terlepas.
"Awalnya masih banyak stiker tapi makin lama sudah banyak stiker yang hilang," katanya.
Kayu-kayu yang terdampar
Ia menceritakan bahwa kayu-kayu yang terdampar di sepanjang pantai sempat menimbulkan kerusakan pada perahu nelayan karena ukuran gelondongannya cukup besar.
"Waktu kapal tongkangnya terdampar, kayunya tidak langsung berserakan. Dan beberapa hari kemudian saat ombak besar, kayu-kayu itu mulai hanyut dan menghantam perahu-perahu kami," jelas Zainal.
Akibat kerusakan yang dialami para nelayan dan petani, ia berharap pemilik tongkang maupun perusahaan pemilik kayu dapat memberikan pertanggungjawaban kepada warga.
"Kami paham ini musibah, tapi tetap harus ada kompensasi atau kebijakan dari pihak perusahaan. Kami juga merasa takut kalau gelombang lagi besar, kayu-kayu ini bisa hanyut dan menabrak perahu lagi, setiap malam hari kami biasanya berjaga, takut ada yang hanyut dan menghantam perahu kami lagi," ucap Zainal.
Polisi turun tangan
Di sisi lain, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa aparat kepolisian telah turun langsung ke lokasi untuk memeriksa legalitas dan asal-usul kayu yang terbawa arus tersebut.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mencocokkan dokumen-dokumen terkait kayu itu," katanya Senin (8/12).
Barcode yang menempel pada kayu-kayu
Helfi menyampaikan penyelidikan tidak hanya berkaitan dengan kondisi tongkang yang kandas, tetapi juga mencakup penelusuran barcode yang menempel pada kayu-kayu tersebut.
"Semua kode dan barcode itu sedang kita dalami. Nanti akan kami sampaikan apakah kayu-kayu tersebut terdaftar sesuai prosedur atau tidak," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal tongkang bermuatan kayu gelondongan yang berasal dari wilayah Mentawai, Sumatera Barat, karam di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, sejak 6 November 2025.