Diduga Hasil Pembalakan Liar, Tumpukan Kayu di Pantai Padang Dalam Penyelidikan
Saat ini sedang dilakukan penyelidikan guna memastikan asal-usul kayu tersebut.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat, Hartono mengatakan, penumpukan kayu dalam jumlah besar di sepanjang pantai Kota Padang pascabanjir bandang kini menjadi perhatian serius.
Pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan asal-usul kayu tersebut, termasuk kemungkinan terkait praktik penebangan pohon ilegal atau illegal logging.
“Kami UPT bersama dengan tim PKH, penerbitan kawasan hutan, tim Mabes Polri, tim Polda, semuanya secara kolaborasi untuk bisa mendeteksi sebenarnya apakah terhadap kayu-kayu yang ada di sepanjang pantai ini, itu hasil illegal logging atau karena memang terbawa oleh arus banjir bandang yang terjadi,” kata Hartono di Posko Penanggulangan Bencana Banjir Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Padang, Sumatera Barat, Selasa (9/12).
Ia menyampaikan, kayu-kayu tersebut terbawa dari hulu dan menghantam pesisir setelah banjir membawa material longsoran dalam volume besar. Fenomena ini sebelumnya juga ramai di berbagai media sosial memperlihatkan tumpukan kayu di sejumlah titik pantai Kota Padang.
“Ada penumpukan kayu yang sangat luar biasa di sepanjang pantai di Kota Padang,” ujarnya.
Sampel Kayu Dibawa
Hartono menjelaskan, tim terkait telah mengambil sampel kayu dari beberapa titik untuk dicocokkan dengan sumber tegakan di kawasan hulu.
Proses ini dilakukan untuk memastikan jalur asal dan penyebab utama keberadaan kayu yang menumpuk di pesisir Kota Padang.
“Jadi kemarin bersama dengan tim Mabes Polri juga sudah mengambil sampel-sampel kayu yang ada di sepanjang pantai, akan di cross check-kan dengan asal-usulnya,” katanya.
Selain uji sampel kayu, lanjut dia tim gabungan juga melakukan monitoring langsung ke kawasan hulu, termasuk wilayah Suaka Margasatwa Barisan yang ditengarai menjadi titik awal terbawanya material kayu.
“Kami juga melakukan kegiatan monitoring terkait dengan hulu daripada Palembayan dan Kota Padang,” kata Hartono.
Perlu Kepastian
Menurut Hartono, langkah tersebut penting untuk dilakukan demi memastikan apakah material kayu tersebut murni akibat bencana alam atau terdapat indikasi pelanggaran kehutanan yang memperparah dampak banjir bandang.
“Apakah memang benar bahwa kayu-kayu yang ada di pantai, sepanjang pantai itu asal-usulnya dari hulu,” ujarnya.
Hartono menegaskan, koordinasi lintas lembaga masih berlangsung guna mengurai sebab utama peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, selain tingginya curah hujan.
“Prinsipnya sampai hari ini kami selalu berkoordinasi dengan tim PKH, dengan tim Mabes Polri, dengan tim Polda untuk bisa mengurai sebenarnya permasalahannya seperti apa, apa yang menyebabkan,” kata Hartono.