Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera menyisakan duka mendalam. Namun, di balik tumpukan lumpur dan reruntuhan, tersimpan fakta yang membuat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, tak kuasa menahan amarahnya.
Dalam sebuah video kunjungan ke lokasi bencana yang diunggah di YouTube Merdeka.com, Jenderal Maruli memperlihatkan bukti nyata bahwa petaka ini bukanlah semata faktor alam, melainkan ulah keserakahan manusia.
Temuan Kayu Gelondongan Bekas Gergaji
Jenderal Maruli menunjuk langsung tumpukan kayu-kayu besar yang hanyut terbawa arus banjir bandang. Ia menyoroti kondisi kayu tersebut yang potongannya sangat rapi, menandakan bekas gergaji mesin (chainsaw), bukan patah karena alam.
"Lihat ini, ini bukan pohon tumbang biasa. Ini bekas dipotong," ujar Jenderal Maruli dikutip dari YouTube merdeka.com dikutip Selasa (30/12).
Temuan ini mengindikasikan adanya praktik penebangan liar (illegal logging) di hulu sungai yang membuat tanah kehilangan daya serap air, sehingga saat hujan deras turun, air langsung meluncur deras membawa material kayu dan menghantam pemukiman warga.
Advertisement
Sebut Pelaku 'Biadab'
Pemandangan memilukan di lokasi bencana rumah hancur, korban jiwa berjatuhan, dan tangis warga membuat Jenderal bintang empat itu geram. Ia mengecam keras para pelaku perusakan hutan yang demi keuntungan pribadi tega mengorbankan nyawa banyak orang.
"Saya tidak habis pikir, ada orang sebiadab ini," tegas Maruli dikutip dari YouTube merdeka.com.
Kata "biadab" yang terlontar dari mulut orang nomor satu di TNI AD ini menggambarkan betapa fatalnya dampak kerusakan lingkungan yang terjadi. Hutan yang seharusnya menjadi penyangga keselamatan warga, justru dirusak dan berubah menjadi ancaman maut.
Advertisement
Seruan Penegakan Hukum
Video kemarahan Kasad ini menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum lingkungan di Indonesia. Jenderal Maruli meminta agar praktik penebangan liar ini tidak dibiarkan terus menerus.
Ia menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti ini akan terus berulang jika hulu sungai terus digunduli oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. TNI AD berkomitmen untuk membantu penanganan bencana, namun pencegahan kerusakan alam juga harus menjadi prioritas bersama agar tidak ada lagi rakyat yang menjadi korban kebiadaban para perusak hutan.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie