Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Jumat pagi menyebabkan sejumlah sungai meluap, memicu banjir bandang atau galodo di beberapa wilayah. Salah satu daerah terdampak parah adalah Batu Busuak, Kecamatan Pauh, di mana akses jalan utama terputus akibat luapan Sungai Batang Kuranji.
Menyikapi kondisi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa seluruh warga di daerah Batu Busuak telah berhasil dievakuasi dari lokasi terdampak bencana.
Proses evakuasi ini dilakukan menyusul ancaman serius dari banjir bandang yang merendam permukiman dan memutus jalur transportasi vital. Pemerintah daerah kini fokus pada penanganan pascabencana, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara dan bantuan bagi para penyintas.
Advertisement
Advertisement
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang tertinggal di Batu Busuak. "Tidak ada lagi. Sebelumnya warga di sana kan sudah mengungsi dan sudah kita ungsikan juga," kata Hendri di Kota Padang pada Jumat.
Para penyintas banjir bandang di Batu Busuak telah diungsikan ke berbagai lokasi aman. Sebagian besar menempati hunian sementara (huntara) atau rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang disediakan pemerintah.
Selain itu, beberapa warga juga memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat mereka yang berada di Kota Padang, mencari perlindungan dan dukungan keluarga. Pemerintah daerah tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menyalurkan bantuan finansial dan logistik.
Advertisement
Untuk meringankan beban warga terdampak, pemerintah setempat memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp600 ribu per bulan. Bantuan ini dimaksudkan untuk menyewa rumah, ditambah dengan paket sembako guna memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengungsi.
Advertisement
Intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak Jumat pagi menjadi pemicu utama meluapnya beberapa sungai di Kota Padang. Sungai Batang Kuranji adalah salah satu yang meluap dan menyebabkan terputusnya akses jalan utama di Batu Busuak, Kecamatan Pauh.
Selain Batu Busuak, beberapa lokasi lain juga mengalami dampak luapan sungai. Daerah tersebut meliputi Gunung Nago di Kecamatan Pauh, Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, kawasan Guo Lubuk Tempurung di Kecamatan Kuranji, serta Tabiang Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo.
Meskipun demikian, Hendri Zulviton memastikan bahwa luapan dari sungai-sungai tersebut tidak membawa material berat seperti lumpur, bebatuan, atau kayu-kayu besar. Kondisi ini berbeda dengan peristiwa banjir yang pernah terjadi pada akhir November 2025, yang dampaknya lebih parah.
Advertisement
Perbedaan karakteristik banjir ini memberikan sedikit kelegaan, meskipun kerusakan infrastruktur dan dampak sosial tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah terus memantau kondisi cuaca dan debit air sungai untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.
Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada Jumat pagi disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mengakibatkan meluapnya sejumlah sungai. Kondisi ini memicu terputusnya akses utama di Batu Busuak dan berdampak pada beberapa wilayah lain.
Wilayah-wilayah yang terdampak luapan sungai antara lain:
Advertisement
BPBD Kota Padang terus berupaya memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak dan bantuan yang memadai selama masa pemulihan pascabencana.
Sumber: AntaraNews