Kemenhut Jelaskan Asal Usul Gelondongan Kayu Berlabel Kementerian di Lampung Diduga Hanyut Akibat Bencana Sumatra

Barcode di kayu adalah penanda SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) yang dicek keabsahan/asal usul sumber kayu.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Kemenhut Jelaskan Asal Usul Gelondongan Kayu Berlabel Kementerian di Lampung Diduga Hanyut Akibat Bencana Sumatra
Kemenhut Jelaskan Asal Usul Gelondongan Kayu Berlabel Kementerian di Lampung Diduga Hanyut Akibat Bencana Sumatra (Merdeka.com)

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kayu yang ditemukan di Lampung bukanlah kayu hanyut akibat banjir di Sumatra, setelah melakukan pemeriksaan di Pantai Pesisir Barat.

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kemenhut Ade Mukadi menyampaikan bahwa ⁠kayu-kayu itu berasal dari kecelakaan kapal tagboot kayu dari Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang dimiliki PT Minas Pagai Lumber beroperasi di Mentawai, Sumatra Barat.

"Mesin tagboot mati dan terkena badai sejak 6 November 2025 sehingga ada banyak kayu yang jatuh dari tagboot tersebut. Barcode di kayu adalah penanda SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) yang dicek keabsahan/asal usul sumber kayu," kata Ade di Jakarta, Selasa (9/12).

Asal Usul Kayu

SVLK sendiri merupakan sistem untuk melacak asal kayu sebagai bagian dari pencegahan pembalakan liar.

Perusahaan itu sendiri sudah memiliki izin oleh Menteri Kehutanan atas areal hutan produksi melalui izin SK.550/1995 tanggal 11 Oktober 1995 dan telah dilakukan perpanjangan di tahun 2013 sesuai SK.502/Menhut-II/2013 tanggal 18 Juli 2013.

Kayu Gelondongan Berstiker Kemenhut

Sebelumnya, ditemukan gelondongan kayu dengan stiker Kemenhut oleh Polda Lampung. Di kayu tersebut ditemukan barcode dan stiker dengan tulisan "Kementerian Kehutanan Republik Indonesia" serta nama perusahaan PT Minas Pagai Lumber. Dalam stiker tersebut juga tertera tulisan "SVLK Indonesia".

Kemenhut dan Kapolda Lampung sendiri rencananya akan menyelenggarakan konferensi pers bersama di Bandar Lampung pada hari ini untuk menjelaskan lebih terperinci mengenai hal di atas.

Rekomendasi