Fakta Unik 'Cincin Donat': Jembatan Melingkar Dukuh Atas, Simpul Konektivitas Transportasi Terbesar Ibu Kota
PT MRT Jakarta akan membangun Jembatan Melingkar Dukuh Atas, dijuluki 'Cincin Donat', untuk mengintegrasikan empat moda transportasi dan mengurai kemacetan. Simak detail proyek ambisius ini!
PT MRT Jakarta (Perseroda) akan segera memulai pembangunan sebuah jembatan ikonik di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Jembatan ini dirancang melingkar dan dijuluki "Cincin Donat" karena bentuknya yang unik dan simetris. Proyek ambisius ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi di Ibu Kota.
Jembatan Melingkar Dukuh Atas ini akan menjadi simpul konektivitas terbesar, menghubungkan empat kuadran utama kawasan bisnis dan transportasi. Empat moda transportasi utama, yaitu MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KCI Commuter Line, dan kereta bandara, akan terintegrasi secara mulus. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan membuat mobilitas masyarakat lebih efisien.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa jembatan ini akan memiliki lebar sekitar 12 meter, dengan tujuh meter untuk jalur pejalan kaki dan lima meter untuk area komersial. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2027, meskipun saat ini masih dalam tahap penyiapan desain teknis dan skema pendanaan. Studi kelayakan telah didukung oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT).
Integrasi Transportasi dan Desain Ikonik
Jembatan Melingkar Dukuh Atas dirancang khusus untuk mengintegrasikan empat moda transportasi sekaligus di jantung Ibu Kota. Integrasi ini mencakup MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KCI Commuter Line, dan kereta bandara, menjadikannya pusat konektivitas antarmoda terbesar di Jakarta. Tujuan utamanya adalah menciptakan mobilitas yang lebih efisien bagi puluhan ribu penumpang setiap hari.
Tuhiyat, Direktur Utama PT MRT Jakarta, menyampaikan bahwa "Struktur ini dijuluki Cincin Donat akan dibangun di atas Jalan Jenderal Sudirman dan dirancang sebagai simpul konektivitas antarmoda terbesar di Ibu Kota." Desain melingkar ini dipilih untuk menyesuaikan karakter kawasan Dukuh Atas yang simetris, seperti dijelaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Bentuk ini juga merepresentasikan konektivitas modern yang menghubungkan area BNI, Gedung Landmark, Transport Hub, dan UOB.
Dengan lebar sekitar 12 meter, jembatan ini akan menyediakan tujuh meter untuk jalur pejalan kaki dan lima meter untuk area komersial. PT MRT Jakarta memperkirakan jembatan ini akan melayani hingga 70.000 pergerakan penumpang per hari, menunjukkan potensi besar dalam mengubah lanskap mobilitas perkotaan. Proyek ini juga mendapat dukungan hibah studi kelayakan dari MLIT Jepang, yang menjadi dasar perencanaan teknis.
Pengembangan TOD dan Dukungan Pendanaan
Proyek Jembatan Melingkar Dukuh Atas merupakan bagian integral dari pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas. Syafrin Liputo mengakui bahwa pendekatan TOD masih tergolong baru di Indonesia, namun memiliki potensi besar untuk mengubah wajah mobilitas dan tata ruang kota. Konsep TOD mendorong mobilitas pejalan kaki dan pengguna sepeda, serta membatasi kendaraan pribadi di sekitar pusat transportasi umum.
Pengembangan kawasan TOD menjadi krusial karena area ini akan terintegrasi secara utuh dengan angkutan umum massal, baik di Jakarta maupun Jabodetabek. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan layanan angkutan umum melalui integrasi menyeluruh ini. Pengelola kawasan TOD juga akan mendapatkan sejumlah insentif, seperti kemudahan perizinan melalui panduan rancang kota (PRK) serta keringanan pajak dan retribusi.
Untuk mendukung pembiayaan proyek Jembatan Melingkar Dukuh Atas, PT MRT Jakarta saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan investor swasta. Meskipun studi kelayakan telah selesai berkat hibah dari Jepang, skema pendanaan masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas, termasuk jembatan ikonik ini, rampung pada tahun 2027.
Sumber: AntaraNews