Jakpro Siapkan Pembangunan Skydeck Penghubung Empat Moda Transportasi di TOD Dukuh Atas

Fasilitas tersebut menjadi salah satu prioritas dalam kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta dalam mengembangkan kawasan TOD.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Jakpro Siapkan Pembangunan Skydeck Penghubung Empat Moda Transportasi di TOD Dukuh Atas
Jakpro Siapkan Pembangunan Skydeck Penghubung Empat Moda Transportasi di TOD Dukuh Atas (Merdeka.com)

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan berperan aktif dalam pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas dengan membangun fasilitas umum berupa skydeck yang menghubungkan empat titik transportasi strategis di kawasan tersebut.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menjelaskan bahwa skydeck ini dirancang sebagai area konektivitas antarmoda untuk memudahkan mobilitas masyarakat. Fasilitas tersebut menjadi salah satu prioritas dalam kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta dalam mengembangkan kawasan TOD.

"Kami harus menghadirkan satu fasilitas umum. Dalam hal ini, contohnya di TOD Dukuh Atas akan ada skydeck yang menghubungkan empat wilayah di sana, sehingga orang bisa berpindah dengan mudah," ujar Iwan dalam keterangannya, Sabtu (11/10).

Iwan menegaskan, pengembangan TOD tidak hanya berfokus pada satu proyek bangunan atau infrastruktur tertentu, tetapi meliputi pembangunan kawasan terintegrasi yang menggabungkan berbagai moda transportasi dan fungsi ruang publik.

"TOD itu bukan hanya soal membangun satu fasilitas, tapi membangun kawasan. Ada fasilitas umumnya, ada juga yang dibangun oleh pihak swasta," jelasnya.

Menurutnya, desain skydeck akan menjadi elemen penting untuk mewujudkan konektivitas fisik di kawasan TOD Dukuh Atas. Fasilitas ini akan menghubungkan moda transportasi seperti MRT, KRL, TransJakarta, dan LRT, sehingga masyarakat dapat berpindah antarmoda dengan lebih efisien dan nyaman.

"Sekarang kami lagi susun anggarannya karena ini melibatkan sinergi antar-BUMD dan pihak lain yang berkepentingan di sana," tambah Iwan.

Iwan juga menegaskan bahwa penyusunan anggaran proyek TOD tidak dapat disamakan dengan proyek tunggal seperti pembangunan stadion, karena kawasan TOD memiliki banyak komponen yang saling terintegrasi.

"Kalau anggaran TOD itu bukan seperti membangun JIS, karena di sini ada beberapa fasilitas yang terintegrasi," tutupnya.

Dengan kehadiran skydeck ini, Jakpro berharap kawasan TOD Dukuh Atas dapat menjadi contoh nyata penerapan konsep kota berorientasi transit yang modern, efisien, dan ramah bagi pejalan kaki di Jakarta.

Rekomendasi