Fakta Mengejutkan! Sebagian Besar Karhutla Aceh Barat Berhasil Dipadamkan, Total 19,8 Hektare Terbakar
BPBD Aceh Barat mengumumkan sebagian besar titik Karhutla Aceh Barat telah berhasil dikendalikan, dengan total 19,8 hektare lahan terbakar. Bagaimana strategi pemadamannya?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengonfirmasi bahwa sebagian besar lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya telah berhasil dipadamkan. Upaya penanganan intensif ini menunjukkan progres signifikan dalam mengendalikan bencana yang melanda beberapa kecamatan. Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak BPBD pada Kamis malam, 25 September.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menyatakan bahwa salah satu titik api di Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, telah berhasil dipadamkan 100 persen. Keberhasilan ini menjadi angin segar di tengah tantangan pemadaman yang kompleks. Lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan seluas 0,3 hektare.
Penanganan Karhutla Aceh Barat dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyekatan api, untuk mencegah perluasan area terdampak. Strategi ini terbukti efektif dalam membatasi penyebaran api ke lokasi lain. Total luas lahan yang terbakar saat ini tercatat sekitar 19,8 hektare, dan tidak ada penambahan luas sejak penyekatan dilakukan.
Progres Penanganan Karhutla di Berbagai Lokasi
Upaya pemadaman Karhutla Aceh Barat menunjukkan hasil yang bervariasi di beberapa titik, namun secara keseluruhan menunjukkan progres positif. Selain Desa Ujong Tanoh Darat yang telah padam sepenuhnya, beberapa lokasi lain juga menunjukkan tingkat penanganan yang tinggi. Hal ini mencerminkan kerja keras tim gabungan di lapangan.
Di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, sekitar 80 persen dari total lahan terbakar seluas 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, di Desa Leuhan dan Desa Lapang - Ujong Beurasok, Kecamatan Johan Pahlawan, penanganan telah mencapai 70 persen dari total luas 2 hektare. Progres signifikan juga terlihat di Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek, dengan sekitar 80 persen dari 7 hektare lahan terbakar telah ditangani.
Teuku Ronal Nehdiansyah juga menambahkan bahwa kebakaran lahan di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, seluas 3 hektare, telah tertangani sekitar 80 persen. Adapun di Desa Deuah, Kecamatan Samatiga, yang memiliki luas lahan terbakar sekitar 7 hektare, penanganan telah mencapai 75 persen hingga Kamis malam. Data ini menunjukkan konsistensi dalam upaya pengendalian Karhutla di seluruh wilayah Aceh Barat.
Strategi Penyekatan Efektif Cegah Perluasan Api
Keberhasilan penanganan Karhutla Aceh Barat tidak lepas dari strategi penyekatan lokasi kebakaran yang diterapkan oleh BPBD Aceh Barat. Langkah ini menjadi kunci untuk mencegah kobaran api meluas ke area lain yang lebih besar. Penyekatan dilakukan di beberapa titik strategis yang rawan penyebaran api.
“Penyekatan lokasi kebakaran ini bertujuan agar kobaran api tidak menjalar ke lokasi lain, yang berdampak meluasnya area kebakaran,” kata Teuku Ronal Nehdiansyah. Lokasi penyekatan api tersebut berada di Desa Keub Kecamatan Arongan Lambalek, Desa Deuah Kecamatan Samatiga, serta di Desa Leuhan, Desa Lapang dan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan. Tindakan preventif ini sangat krusial dalam mitigasi bencana.
Berkat strategi penyekatan ini, BPBD Aceh Barat melaporkan bahwa hingga Kamis siang, tidak ada penambahan luas lokasi kebakaran di wilayah tersebut. Luas lahan yang terbakar saat ini tetap tercatat seluas 19,8 hektare. Ini menunjukkan efektivitas penyekatan dalam mengisolasi area terdampak dan mencegah eskalasi Karhutla Aceh Barat.
Sumber: AntaraNews