Fakta Mengejutkan: Ribuan Desa Belum Terkoneksi Internet, Industri TIK Komitmen Percepat Digitalisasi Nasional
Komunitas industri TIK dan digital menyatakan komitmen kuat untuk mempercepat digitalisasi nasional, menyikapi fakta ribuan desa di Indonesia masih belum terjangkau internet. Apa saja tantangannya?
Komunitas industri teknologi informasi komunikasi (TIK) dan digital di Indonesia telah menyatakan komitmen kuat untuk mempercepat digitalisasi nasional. Deklarasi ini dilakukan bertepatan dengan perayaan Hari Bhakti Postel ke-80.
Langkah strategis ini sejalan dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mendorong pemerataan akses digital di seluruh pelosok negeri. Kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan industri menjadi kunci utama dalam upaya ini.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap data terbaru yang menunjukkan masih adanya ribuan desa di Indonesia yang belum terkoneksi internet. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan visi Indonesia Digital 2045.
Tantangan Pemerataan Akses Digital di Indonesia
Meskipun pengguna internet di Indonesia terus meningkat dan mendominasi, fakta menunjukkan bahwa pemerataan akses digital masih menjadi pekerjaan rumah. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merinci data yang cukup mengejutkan.
Menurut Menkomdigi, sebanyak 2.333 desa di Indonesia saat ini belum terkoneksi internet sama sekali. Selain itu, ada 2.017 desa yang belum mendapatkan layanan 4G, sehingga akses internet cepat masih sulit dijangkau.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, menegaskan pentingnya kolaborasi. "Kita sadar industri ini tidak bisa bergerak sendiri, tapi butuh dukungan. Tidak hanya dari Komdigi sendiri tapi dari komunitas yang ada," ujarnya.
Arif menambahkan bahwa lebih dari 10 komunitas asosiasi, infrastruktur, dan lainnya telah melakukan deklarasi. "Jadi saya pikir kolaborasi ini memang penting untuk mendukung visi Indonesia Digital 2045," kata Muhammad Arif.
Kolaborasi Strategis Industri dan Pemerintah
Melihat kebutuhan mendesak akan pemerataan digitalisasi, Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-80, Setia Gunawan, mengambil inisiatif untuk menggelar deklarasi. Deklarasi ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemerataan digitalisasi nasional yang optimal.
Sebagai Wakil Pemimpin Redaksi IndoTelko, Setia Gunawan menjelaskan bahwa komunitas ekosistem TIK dan digital secara rutin telah mengadakan diskusi sejak 2011. Diskusi tersebut membahas isu-isu penting terkait ekosistem digital Indonesia.
Hasil diskusi ini kerap diajukan sebagai bahan pertimbangan kepada pembuat kebijakan untuk mengambil langkah strategis dalam menguatkan digitalisasi. "Apa yang kami sampaikan menjadi bagian pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kebijakan," kata Setia.
Deklarasi ini melibatkan berbagai entitas besar di industri TIK dan digital, termasuk PT Telkom Indonesia, PT Telkomsel, PT Indosat Tbk, PT. XL Smart Tbk, Huawei Indonesia, Ericsson Indonesia, Aspimtel, APJII, Apjatel, Askalsi, ATSI, Asiot, Indotelko, Pos Indonesia, BAKTI Kemkomdigi, serta Pandi. Komitmen ini diharapkan dapat mempercepat digitalisasi nasional dan mengatasi kesenjangan akses internet di Indonesia.
Sumber: AntaraNews