Menkomdigi Dorong Apjatel Perkuat Konektivitas Digital untuk Ekonomi Daerah
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendesak Apjatel mempercepat pembangunan konektivitas digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan internet positif.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid baru-baru ini menyerukan kepada Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk memfokuskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Dorongan ini bertujuan agar infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di berbagai daerah di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Meutya melalui rilis pers yang diterima di Jakarta, menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan teknologi dan kemajuan ekonomi lokal.
Meutya Hafid menegaskan bahwa setiap pembangunan konektivitas harus secara langsung berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing. Hal ini sejalan dengan pilar 'Tumbuh' yang menjadi bagian integral dari tema baru Kementerian Komunikasi dan Digital, yakni 'Terhubung, Tumbuh, Terjaga'. Konektivitas yang kuat diharapkan menjadi katalisator bagi berbagai sektor ekonomi daerah untuk berkembang lebih pesat.
Lebih lanjut, Menkomdigi menjelaskan bahwa ketersediaan konektivitas yang andal sangat krusial untuk mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden. Salah satu target utama yang ingin dicapai melalui penguatan konektivitas ini adalah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai delapan persen. Oleh karena itu, peran Apjatel dalam menyediakan jaringan telekomunikasi yang merata dan berkualitas menjadi sangat vital.
Mendorong Pemanfaatan Internet Positif dan Sehat
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Menkomdigi juga meminta seluruh anggota Apjatel untuk tidak hanya membangun konektivitas semata. Meutya Hafid menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat agar dapat memanfaatkan akses internet untuk hal-hal yang positif dan produktif. Edukasi ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa teknologi digital benar-benar memberikan dampak yang konstruktif bagi kehidupan masyarakat.
"Tidak bisa lagi kita hanya membangun tanpa memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya konektivitas ini digunakan untuk hal-hal yang baik," imbuh Meutya. Pesan ini menggarisbawahi tanggung jawab penyedia layanan untuk tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga membimbing pengguna agar terhindar dari dampak negatif digitalisasi. Ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bermanfaat.
Menurut Meutya, lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat juga perlu memiliki kesadaran tinggi dalam menggunakan internet dan gawai secara sehat. Ia menyoroti fenomena di mana anggota keluarga seringkali lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai daripada berinteraksi langsung. "Kadang anggota keluarga lebih sering menghabiskan waktunya dengan gawai dibandingkan berinteraksi dengan kakak, adik, atau orang tuanya," jelasnya, menekankan perlunya keseimbangan dalam penggunaan teknologi.
Peran Apjatel dalam Percepatan Digitalisasi Nasional
Apjatel merupakan asosiasi yang menaungi berbagai perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi, termasuk kabel fiber optik, satelit, dan radio. Organisasi ini berperan penting dalam mendukung pembangunan dan pemerataan akses internet (fixed broadband) di seluruh Indonesia. Apjatel juga bersinergi dengan pemerintah dan industri terkait untuk mempercepat proses digitalisasi nasional, memastikan setiap warga negara memiliki akses yang setara terhadap informasi dan layanan digital.
Komitmen Apjatel terhadap percepatan digitalisasi semakin diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) baru-baru ini dengan International Fiber Alliance (IFA). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat implementasi jaringan Open Access Fiber di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi penyedia layanan internet, meningkatkan kompetisi pasar, dan pada akhirnya menurunkan biaya layanan internet berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
MoU dengan IFA menandai langkah strategis Apjatel dalam mengoptimalkan infrastruktur fiber nasional. Dengan adanya jaringan Open Access Fiber, diharapkan akan tercipta ekosistem yang lebih inklusif dan kompetitif, memungkinkan lebih banyak inovasi serta pilihan bagi konsumen. Upaya ini sejalan dengan visi Menkomdigi untuk menjadikan konektivitas sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews