Dinas Bina Marga DKI Tangani Cepat Insiden Tiang Optik Roboh di Tamansari
Insiden tiang optik roboh di Jalan Mangga Besar Raya, Tamansari, Jakarta Barat, ditangani sigap oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama Apjatel. Apa langkah selanjutnya untuk mencegah kejadian serupa?
Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) dan pemilik operator jaringan utilitas bergerak cepat menindaklanjuti insiden tiang kabel optik yang roboh. Peristiwa ini terjadi di Jalan Mangga Besar Raya, Tamansari, Jakarta Barat, pada Minggu (12/4) sore. Penanganan dilakukan pada Selasa (14/4) untuk merapikan kabel utilitas yang menjuntai dan mengganti tiang yang rusak.
Tiang tersebut roboh karena kondisinya sudah keropos dan tidak mampu menahan beban kabel yang berlebihan. Kejadian ini sempat berdampak pada lalu lintas di lokasi, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Petugas segera melakukan penggantian tiang dan perapihan kabel untuk mengembalikan kondisi normal.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menegaskan bahwa penanganan ini melibatkan koordinasi dengan Dinas Gulkarmat untuk penyangga kabel serta Satgas Sudin Bina Marga Jakbar. Langkah cepat ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban umum di wilayah padat penduduk tersebut.
Penanganan Cepat dan Penggantian Tiang Optik
Setelah insiden tiang optik roboh pada Minggu sore, tim gabungan dari berbagai instansi langsung bergerak cepat. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berkoordinasi erat dengan Apjatel dan operator lapangan untuk memastikan penanganan yang efektif. Mereka juga meminta bantuan Dinas Gulkarmat untuk menopang kabel yang menjuntai sebelum dilakukan perapihan.
Siti Dinarwenny menjelaskan bahwa tiang yang roboh, yang secara spesifik berada di bagian median jalan, segera diganti dengan tiang baru yang lebih kokoh. Tiang pengganti ini memiliki tinggi sekitar 9 meter, dirancang khusus untuk menopang berbagai utilitas dengan lebih stabil. Sementara itu, perapihan kabel dilakukan dengan cara mengikatnya agar tidak lagi menjuntai dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Komandan Peleton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Koordinator Wilayah Jakarta Barat, Maulana Syahroni, sebelumnya telah mengonfirmasi penyebab robohnya tiang. Ia menyebutkan bahwa tiang kabel optik sudah keropos akibat tumpukan beban kabel yang berlebihan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, hanya kabel optik dan ruas jalan yang terdampak.
Solusi Jangka Panjang: Relokasi Kabel Udara ke Bawah Tanah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen untuk mengatasi masalah kabel utilitas udara yang menjuntai dan potensi insiden serupa. Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum (PSUK-PJU) Sudin Bina Marga Jakarta Barat, Abdul Jabbar, menyatakan bahwa program relokasi kabel udara ke bawah tanah terus digencarkan. Ini menjadi solusi jangka panjang yang fundamental untuk infrastruktur kota.
Program pemindahan kabel ke bawah tanah diharapkan dapat menghilangkan keberadaan kabel udara sepenuhnya di masa depan, menciptakan pemandangan kota yang lebih rapi dan aman. Upaya perapihan dan relokasi ini merupakan bagian integral dari pembangunan infrastruktur yang lebih modern dan berkelanjutan. Tujuannya adalah mewujudkan lingkungan kota yang lebih tertata dan bebas dari risiko seperti tiang optik roboh.
Inisiatif ini tidak hanya fokus pada aspek estetika kota, tetapi juga pada peningkatan keselamatan publik secara signifikan. Dengan memindahkan jaringan utilitas ke bawah tanah, risiko insiden seperti tiang roboh akibat beban berlebih atau kondisi keropos dapat diminimalisir secara efektif. Pemprov DKI Jakarta berupaya keras mewujudkan infrastruktur utilitas yang handal, aman, dan berkesinambungan bagi seluruh warganya.
Sumber: AntaraNews